Alien berusaha benar menjadi ibu yang baik untuk bayi perempuan yang diadopsinya. Dia ingin bayi tersebut mendapat air susu ibu (ASI) seperti bayi-bayi lainnya, sehingga dia pun berusaha keras untuk bisa memberikan ASI melalui payudaranya sendiri.
Mencetuskan penyusuan ibu atau induce lactation pun dijalani Alien, pembaca detikcom yang berusia 30-an tahun ini. Oleh dokter yang memandu proses itu, Alien mengonsumsi obat khusus untuk memicu keluarnya ASI. Mulanya, di awal pemompaan, ASI yang keluar sekitar 20 ml. Kemudian dengan si bayi, Alien melakukan skin to skin, tujuannya agar ASI yang keluar semakin lancar.
Baca juga: Diberi ASI Perah, Ini Triknya Agar 'Ikatan' Ibu dan Bayi Tetap Terjaga
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu bayi yang saya adopsi itu usianya 7 hari. Langsung saya kenalin puting saya kepada anak. Jadi adaptasinya cepat," tutur Alien saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (5/3/2015).
Kata Alien, dia mendapatkan info induce lactation dari televisi. Kemudian dia mencari tahu melalui internet hingga bertemu dengan dokter yang bisa membantu proses ini.
"Alasan mengikuti treatment ini yang pertama karena saya ingin dekat dengan anak yang saya adopsi. Anak adopsi saya ini perempuan, kalau sekarang usianya sudah 2 bulan. Saya tidak hamil, tapi saya ingin menyusui dan dekat dengan anak," papar Alien
"Selain itu dokter juga menyampaikan hal tersebut dapat mengurangi risiko kanker payudara. Alasan lain, pernah disampaikan dokter juga agar muhrim," imbuhnya.
Memberikan ASI kepada anak memang memang butuh semangat baja, dan semangat ini pula yang dipupuk Alien. Kendala dalam menyusu juga ditemukannya, misalnya si kecil yang awalnya hanya mau menyusu di payudara kanan saja. Namun dokter mengingatkan agar Alien mengarahkan bayinya untuk menyusu juga di payudara kiri.
"Jadi saya latih anak agar mau menyusu nggak cuma di bagian kanan saja," ucap Alien.
Kendala lainnya adalah produksi ASI Alien yang jauh lebih sedikit dibanding ibu-ibu lain yang melalui proses hamil sebelum menyusui. Namun Alien tidak patah semangat. Dia masih meyakini semakin sering bayi menyusu, maka produksi ASI pun akan meningkat. Tidak mudah memang, namun Alien bertekad untuk tidak menyerah.
Baca juga: Meski Sedang Kebanjiran, Jangan Pernah Abaikan Standar Pemberian Makan Bayi
(vta/up)











































