Tak Bawa Surat Lengkap, Ibu Muda Selundupkan Bayi dalam Tas

Tak Bawa Surat Lengkap, Ibu Muda Selundupkan Bayi dalam Tas

- detikHealth
Kamis, 19 Mar 2015 12:34 WIB
Tak Bawa Surat Lengkap, Ibu Muda Selundupkan Bayi dalam Tas
(Foto: ABS-CBN News)
Manila -

Betapa kagetnya petugas bandara di Filipina ini ketika menemukan sosok seperti bayi di dalam tas ransel milik salah seorang penumpang. Ternyata sang ibu sengaja menyelundupkannya karena tak memiliki surat-surat yang diperlukan untuk membawa bayinya keluar dari negara itu.

Hari itu Jenifer Pavolaurea akan ikut dalam penerbangan Air New Guinea PX011 untuk pulang ke rumahnya di Port Moresby, Papua Nugini. Namun sesampainya di bandara, ia malah ditahan oleh pihak imigrasi dari Ninoy Aquino International Airport karena ketahuan overstay di Filipina.

Jenifer ternyata overstay selama lebih dari enam bulan. Ia seharusnya hanya mengantongi izin tinggal hingga tanggal 25 Juli 2014 lalu atau 59 hari setelah datang ke Filipina pada 27 Mei 2013. Namun wanita berusia 25 tahun itu akhirnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan setelah membayar denda dan panggilan terakhir untuk boarding pun disiarkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat menjalani pemeriksaan terakhir di Terminal 1, di situlah petugas keamanan bandara menemukan bayangan aneh di dalam tas Jenifer yang terlihat dari mesin scanning. Ternyata ada sesosok bayi di tas tersebut, yang tak lain putra dari Jenifer sendiri.

Baca juga: Ngeri! Mayat Bayi Dibikin Serbuk Lalu Dimasukkan Kapsul

"Petugas di bagian scanning terkejut ketika melihat ada sesosok bayi yang sedang tertidur di dalam tas Jenifer. Mengetahui hal itu, kami langsung menahannya kembali," ungkap asisten manajer bagian keamanan dan kegawatdaruratan, Vicente L Guerzon Jr seperti dikutip dari ABS-CBN News, Kamis (19/3/2015).

Ternyata Jenifer bisa lolos pemeriksaan awal karena ia menggendong bayi yang diketahui bernama Charles Benjamin itu. Namun saat harus melewati pemeriksaan di bagian imigrasi, bayi itu ia masukkan ke dalam tasnya.

Beruntung ketika dibuka, si bayi yang baru berumur dua bulan itu tengah tertidur pulas. Dan dari hasil pemeriksaan tim medis, si bayi juga dilaporkan baik-baik saja dan tidak terpengaruh oleh radiasi dari mesin scanning bandara, seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Sang ibu tunggal mengaku terpaksa menyelundupkan putranya karena tak memiliki surat-surat yang lengkap untuk membawa bayinya keluar dari Filipina, yaitu Emigration Clearance Certificate (ECC), kendati si bayi sudah dibelikan tiket pesawat.

Pada akhirnya, Jenifer tidak diproses secara hukum dan pihak NAIA membiarkan si ibu muda dan anaknya menaiki penerbangan selanjutnya untuk pulang ke Papua Nugini.

Baca juga: 2 Pria Ini Selundupkan Popok dari Norwegia karena Lebih Murah

(lil/vta)

Berita Terkait