Selasa, 21 Apr 2015 18:36 WIB

Sudah Mahir, Perah ASI Pakai Tangan Hasilnya Sama Banyak dengan Pakai Pompa

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock) ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ketika memerah ASI, ada ibu menyusui yang lebih memilih menggunakan tangan atau justru dengan pompa ASI. Jika menggunakan tangan dan sudah terlatih, jumlah ASI yang diperah bisa sama lho dengan pemerahan menggunakan pompa.

"Perah ASI pakai tangan boleh, pakai pompa boleh. Kalau tangan kan kita yakin bersih ya, kita cuci tangan dulu. Kalau soal hisapan paling kuat itu hisapan bayi, nomor dua memang mesin atau breast pump," tutur dr Jeane-Roos Tikoalu SpA, IBCLC dari RS Pondok Indah-Puri Indah.

"Tapi kalau ibu sudah terlatih, memerah pakai tangan kuat hisapannya sama dengan breast pump lho," imbuh dr Jeanne ditemui usai seminar ASI 'Meningkatkan Keberhasilan Menyusui pada Ibu Bekerja: Upaya Meningkatkan Produktivitas Kerja' di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2015).

Baca juga: Hendak Simpan ASI Perah? Ini Tipsnya

Jika ibu ingin memerah ASI dengan tangan, dr Jeanne menganjurkan berlatihlah sedini mungkin. Pastikan pula tangan steril. Di awal melahirkan, jangan kaget jika ASI yang dihasilkan sedikit. Sebab, jumlah ASI sebenarnya sinkron dengan kebutuhan bayi. Menurut dr Jeanne, memerah ASI dengan tangan sebenarnya mudah tapi perlu latihan.

"Bukan menggunakan ruas jari tapi dengan ujung jari, telunjuk dan jempol seperti membentuk huruf C begitu. Lalu posisikan 1-3 cm dari dasar puting itu ada kelenjar ASI. Kemudian tekan tanpa mengubah ukuran jari dan perah ASI-nya," kata dr Jeanne.

Jika memerah ASI dengan pompa, misalnya ibu belum tahu cara atau posisi memerah yang tepat, dapat berisiko luka. Ketika ibu di kantor, sebaiknya perah ASI setiap 3 jam sekali selama 20-30 menit pada satu payudara. Disarankan untuk memerah kedua payudara karena semakin rutin dikeluarkan, maka semakin rutin ASI diproduksi. Namun, seiring bertambahnya usia anak, frekuensi memerah ASI bisa disesuaikan dengan kebutuhan si kecil.

Saat sudah di rumah, jangan lupa pula ibu tetap melakukan kontak dengan bayi yakni dengan menyusui langsung. Hal terpenting, menurut dr Jeanne, meski bekerja proses pemberian ASI masih bisa tetap berjalan. Sebab ASI di payudara harus rutin keluar karena jika tidak rutin dikeluarkan, lama-lama produksi ASI bisa menurun.

Baca juga: ASI Perah Hanya Keluar Sedikit? Power Pumping Bisa Jadi Solusinya



(rdn/vit)
News Feed