Saat perempuan mendapatkan menstruasi pertama, masa pertumbuhannya belum berhenti. Dirinya masih membutuhkan nutrisi untuk tumbuh, terutama menambah tinggi badan. Jika pada saat itu perempuan tersebut hamil, maka terjadi persaingan dalam menyerap nutrisi.
"Salah satu akan kalah, mungkin bayinya tidak berkembang atau ibunya yang berhenti berkembang," kata Prof dr Endang L Achadi, MPH, DrPH, Ketua Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), dalam diskusi di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2015).
Baca juga: Jika Ibu Asal Makan Saat Hamil, Bayi yang Kena Getahnya
Oleh karenanya, Prof Endang menganjurkan agar anak perempuan tidak hamil dan punya anak sebelum usia 20 tahun. Bukan sekadar untuk mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badan, tetapi juga memberi kesempatan untuk tubuh benar-benar siap menjalani kehamilan.
"Setelah menstruasi, seseorang masih bisa tambah tinggi 4-8 tahun kemudian. Kalau sudah mentok, baru panggulnya berkembang," kata Prof Endang.
Kehamilan di usia muda merupakan salah satu faktor risiko kematian ibu. Pre-eklampsia atau tekanan darah tinggi saat hamil, meningkat risikonya pada kehamilan di usia dini antara lain karena terjadi kompetisi gizi mikro.
"Bagi permepuan, rentang usia ideal untuk hamil adalah 23-33 tahun," kata dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc, Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan yang juga hadir dalam diskusi tersebut.
Baca juga: Asal Digenjot Nutrisi dan Stimulasinya, Bayi Prematur Bisa Tumbuh Optimal
(AN Uyung Pramudiarja/Nurvita Indarini)











































