Selasa, 11 Agu 2015 18:00 WIB

Kebiasaan Ngempeng si Kecil

Asal Tak Digunakan Berlebihan, Ngempeng Juga Ada Manfaatnya Lho untuk Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Agar anak lebih tenang dan anteng, ada orang tua yang lantas memberi buah hatinya empeng. Dalam keseharian pun, asal tidak digunakan berlebihan, empeng juga punya manfaat untuk anak.

Bayi memiliki kebutuhan untuk mengunyah. Nah, empeng dapat menenangkan bayi karena penggunaannya bisa memenuhi kebutuhan bayi untuk mengunyah, demikian dikatakan dr Marissa Pudjiadi SpA dari RS Premiere Jatinegara.

"Di usia 3 bulan sampai 2 tahun, memang anak sedang masuk fase oral. Apa yang dia pegang pasti dimasukkan ke mulut. Dibanding mainan yang nggak higienis, empeng bisa dijadikan alternatif. Tapi bisa juga pilih cara lain yakni menggunakan teether yang memang sudah terjamin kebersihannya," terang dr Marissa.

Empeng, lanjut dr Marissa juga bisa dijadikan sebagai alat fisioterapi bagi bayi yang lahir prematur dan belum bisa mengisap. Pemberian empeng dimaksudkan untuk latihan bayi mengisap.

"Tapi harus ada indikasi tertentu dulu dari dokter," ujar dr Marissa saat dihubungi detikHealth pada Selasa (11/8/2015).

Baca juga: Patut Dicoba, Berbagai Trik untuk Menyapih Anak dari Kebiasaan Ngempeng

Dalam bukunya '250 Tanya Jawab Kesehatan Anak', dr Marissa mengungkapkan pada keadaan tertentu, misal saat bayi mengalami kolik infantil, bosan, atau merasa tidak nyaman, empeng bisa membuatnya lebih tenang. Empeng juga bisa membantu mengurangi rasa tak nyaman pada anak yang tengah sakit dan butuh perawatan di rumah sakit.

Dihubungi terpisah, dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan boleh tidaknya ngempeng atau ngedot masih merupakan kontroversi. Sebab, ada sisi positif dan juga sisi negatifnya. Dampak positif penggunaan empeng atau NNS (Non-Nutritive Sucking) di antaranya dapat menenangkan bayi saat rewel atau gelisah, kemudian membuat bayi merasa nyaman.

Selain itu, bisa juga mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Sebaliknya, dampak negatif penggunaan empeng adalah tidak efektifnya proses menyusui, risiko bingung puting, risiko lebih tinggi untuk infeksi saluran cerna, telinga tengah, saluran napas, sampai gangguan pada gigi.

"Pikirkan dulu masak-masak sebelum memberikan anak dot atau empeng. Biasanya, kelak akan sulit sekali menyapih anak dari dot atau empeng," pesan pemilik akun twitter @metahanindita ini.

Baca juga: Anak Suka Gigit-gigit Mainan, Normalkah?

(rdn/vit)