Ya, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Illinois mengklaim bahwa anak-anak berusia 9-10 tahun yang rajin berolahraga, misalnya aerobik, cenderung memiliki volume otak yang lebih baik di wilayah 'materi abu-abu' dalam otak. Hal ini berhubungan dengan kemampuan anak dalam menyimpan memori dan belajar.
"Ini juga membuat mereka berkesempatan besar untuk lebih baik dalam kemampuan menghitung, dibandingkan dengan anak-anak yang kurang aktif bergerak," ujar peneliti utama University of Illinois, Laura Chaddock-Heyman, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (15/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil ini didapatkan dari penelitian yang dilakukan terhadap 48 responden anak. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk menyelesaikan tes kebugaran di atas treadmill. Setengah dari mereka diminta untuk melakukan latihan tingkat tinggi, sementara setengah lainnya melakukan latihan dalam tingkat rendah.
Setelah itu, para peneliti memeriksa otak mereka dengan menggunakan scan MRI dan menguji kemampuan dasar seperti berhitung, membaca dan mengeja. Ditemukan adanya perbedaan dalam kemampuan matematika dan struktur otak kortikal antara anak-anak yang menerapkan latihan tingkat tinggi dan tingkat rendah.
Seperti telah dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE, Heyman berharap anak-anak sejak dini bisa mulai dilatih untuk menjadi lebih aktif secara fisik. Selain membantu meningkatkan perkembangan otak, hal ini juga bermanfaat dalam mencegah obesitas.
Baca juga: Sebutan Gendut atau Kurus Bisa Berdampak Negatif pada Psikis Anak Perempuan
(ajg/up)











































