Jumat, 21 Agu 2015 09:30 WIB

Studi: Wanita Bertubuh Pendek Lebih Berisiko Melahirkan Bayi Prematur

Sapta Agung Pratama - detikHealth
Foto: Thinkstock/Photodisc Foto: Thinkstock/Photodisc
Ohio, AS - Angka kelahiran bayi prematur masih tergolong tinggi. Di seluruh dunia, 15 juta bayi lahir secara prematur. Bahkan, satu juta di antaranya tidak mampu bertahan hidup karena komplikasi akibat kelahiran dini. Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa tinggi badan si ibu juga merupakan salah satu faktor penyebab kelahiran prematur.

Penelitian yang dilakukan di beberapa negara di eropa timur ini melibatkan sekitar 3.500 wanita beserta anak-anaknya. Hasilnya, ditemukan bahwa wanita yang bertubuh pendek memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami masa kehamilan yang lebih pendek dan melahirkan bayi prematur.

"Temuan kami menunjukkan bahwa tinggi badan ibu memiliki dampak langsung pada lamanya masa kehamilan," kata salah satu peneliti, Dr Louis Muglia dari Dimes Prematuritas Research Center Ohio Collaborative, Amerika Serikat, seperti dikutip dari MSN Health, Jumat (21/8/2015).

Baca juga: Gangguan Kesehatan yang 'Menghantui' Bayi Lahir Prematur

Muglia juga menambahkan bahwa penjelasan mengapa hal ini bisa terjadi memang masih belum bisa dipastikan. Namun peneliti yakin lamanya masa kehamilan dan tingkat risiko kelahiran prematur tidak hanya dipengaruhi faktor gen si ibu, tetapi juga pada faktor kecukupan gizi serta lingkungan di mana si ibu tinggal. Jadi, wanita yang bertubuh pendek tidak perlu terlalu khawatir.

Kelahiran prematur merupakan kelahiran yang terjadi sebelum 37 minggu masa kehamilan. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLoS Medicine ini juga menyatakan bahwa di Amerika Serikat, kelahiran prematur merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi yang baru saja dilahirkan, dimana dalam satu tahun rata-rata 450.000 bayi lahir secara prematur.

Sementara di Indonesia, seorang pakar perinatologi, Dr dr Rinawati Rohsiswatmo, Sp(A)K mengungkapkan bahwa dari 100 kelahiran hidup di Indonesia, angka terjadinya bayi prematur dapat mencapai 15,5.

Baca juga: Asal Digenjot Nutrisi dan Stimulasinya, Bayi Prematur Bisa Tumbuh Optimal

"Hal ini merupakan temuan besar dalam penelitian kami dan merupakan temuan yang kita harapkan, yaitu ada banyak pengaruh faktor genetik," ujar Dr Joe Leigh Simpson, wakil presiden bagian riset di March of Dimes, organisasi yang melakukan penelitian ini. (rdn/up)