Diungkapkan psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri, M.Psi, biasanya di sekitar usia 2 tahun, anak sudah mengerti konsep kepemilikan. Menurut wanita yang akrab disapa Zena ini, konsep tersebut memang harus muncul dan dipahami oleh anak.
"Perkembangan konsep kepemilikan ini akan sejalan dengan perkembangan konsep 'aku'. Bahwa anak memiliki kendali terhadap diri dan orang lain," kata Zena dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (22/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Gunakan Mainan yang Tak Sesuai Umur, Anak-anak Bisa Cedera Parah
Dicontohkan psikolog anak dan remaja Anna Surti Ariani, M.Psi atau yang akrab disapa Nina, permainan yang bisa dilakukan orang tua untuk melatih anak berbagi yakni dengan bermain peran di mana ayah, ibu, dan anak masing-masing mempunyai mainan lalu saling bertukar dan meminjamkan. Setelah itu, si ibu bisa mengatakan 'terima kasih ayah sudah mau tukeran minjemin mainan ini'.
"Atau toples diisi kacang terus sama anak kacangnya dibagiin. Memang itu kacang bukan punya dia tapi minimal dengan cara itu bisa mengenalkan anak pada kegiatan berbagi. Yang penting, ketika anak kenal konsep kepemilikan ini, saat die kekeuh sesuatu itu punya dia padahal bukan, orang tua baiknya jangan langsung marahin 'itu kan emang bukan punyamu'. Sebaliknya, beri penjelasan pada anak dan juga contoh seperti tadi misalnya," terang Nina.
Contoh kegiatan berbagi yang bisa dilakukan lainnya yakni dengan memanfaatkan momen datangnya tamu di rumah. Seperti penuturan psikolog perkembangan anak dari Lembaga Psikologi Terapan UI Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi, anak perlu diajarkan untuk bisa berbagi dan juga bisa menghormati sesuatu yang memang menjadi milik dia.
"Kalau besok bakal ada tamu mau ke rumah, bilang besok ada si ini mau main ke rumah kita. Mainannya yang boleh dimainkan juga sama tamu itu yang mana ya, yang mau disimpan yang mana. Dengan begitu apa yang menjadi milik anak bisa dihargai dan dia bisa berlatih berbagi," kata Vera.
Baca juga: Anak Bandel Paling Gampang Tidur dan Lebih Cerdas
Lantas, bagaimana jika melatih anak untuk berbagi misalnya dengan memberi sumbangan pada pengemis? Nah, menurut Zena, saat hal ini dilakukan, konsepnya adalah sedekah atau beramal, yaitu memberikan sebagian milik kita untuk membantu orang lain. Hal ini memang bisa dilakukan pada anak sejak dini. Namun, perhatikan pula cara penyampaian pesannya dan jangan sampai anak bersikap dan menganggap ada orang yang inferior atau lebih rendah dibandingkan dirinya.
"Biasakan juga konsep ikhlas dan anonim ketika memberi amal atau sedekah, untuk menjaga jangan sampai timbul perasaan superior," pesan Zena.
(rdn/up)











































