Kamis, 15 Okt 2015 10:41 WIB

Gendong Anak Tak Halangi Ibu Olahraga, Ini Buktinya

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: afp Foto: afp
Hong Kong - Kalau punya niat, pasti selalu ada jalan. Tak terkecuali saat berniat olahraga, meskipun harus menggendong anak kecil, tetap bisa dilakukan.

Ibu-ibu di masa lalu sering kali menggendong anaknya sembari melakukan kegiatan lain. Misalnya saja ketika menyapu dan membereskan rumah, ibu akan menggendong anaknya di punggung dengan menggunakan kain.

Kini, cara tersebut bisa diterapkan untuk memudahkan ibu berolahraga sambil tetap mengasuh anaknya. Jadi, si kecil digendong menggunakan gendongan di tubuh ibu bagian depan. Lalu sang ibu pun bergerak ke sana ke mari sambil olah badan.

Di Hong Kong, kini sedang ngetren ibu-ibu olahraga sambil menggendong bayinya. Belly dance, balet, yoga dan pilates dilakukan kaum ibu sambil tetap menggendong anak di depan.

"Ada permintaan besar dari para ibu yang ingin mendapatkan kembali bentuk badan dan kekuatannya setelah tubuhnya berubah usai melahirkan, namun mereka tidak ingin meninggalkan bayinya saat olahraga dilakukan," kata Ifat Hindes, pendiri Mumba Fitness, seperti dikutip dari AFP dan ditulis pada Kamis (15/10/2015).

Baca juga: Menurut Ilmuwan, Begini Cara Membakar Lebih Banyak Kalori Saat Berjalan 

Ifat menggelar program latihan untuk para ibu dengan mengombinasikan aneka jenis latihan. Uniknya, ibu-ibu bisa menggendong anaknya, selain agar anaknya tidak bermain sendiri juga sekaligus sebagai latihan beban.

"Tidak perlu gadget mahal, hanya Anda dan bayi Anda. Bersama para orang tua lainnya akan dipandu oleh seorang profesional. Semua orang ini punya tujuan yang sama. Apalagi Hong Kong bisa menjadi kota tidak ramah bagi ibu baru," sambung Ifat.

Kebanyakan program latihan untuk ibu-ibu tersebut merekomendasikan untuk membawa serta bayi yang tekah berusia tiga bulan atau lebih. Pertimbangannya, di usia tiga bulan ke atas bayi sudah lebih kuat dan kontrol lehernya juga sudah lebih baik.

Seorang ibu baru, Angela Gou, mengapresiasi terobosan ini. Apalagi dirinya selama ini tinggal di apartemen yang relatif kecil, sehingga sulit berolahraga. "Saya ingin sekali olahraga tapi nggak bisa meninggalkan bayi saya di rumah. Jadi ini memecahkan masalah saya. Bayi saya juga menyukainya dan berpikir kalau kami sedang bermain," terang Angela.

Sementara itu, Mey Jen, Direktur Oasis Dance Centre, juga mewujudkan keinginan ibu-ibu yang ingin bergabung dengan kelas belly dance sembari menggendong anaknya. Uniknya, bayi-bayi sering kali menjadi sangat tenang ketika ibunya bergerak, dan bahkan tertidur.

Baca juga: Studi Buktikan Manfaat Tai Chi Bagi Pasien Penyakit Kronis 

Maraknya olahraga sambil menggendong anak juga meningkatkan penjualan gendongan bayi. Pengecer gendongan untuk bayi dan anak di Hong Kong, mengaku penjualannya meningkat sembilan persen di tahun 2015. Bahkan Victoria Chuard yang menjalankan butik lokal menyebut setelah dirinya menjual gendongan yang bisa memfasilitasi ibu-ibu berolahraga, penjualannya meningkat sampai 200 persen.

Gendongan yang dicari umumnya yang praktis, sehingga bisa menempatkan anak dengan aman dan nyaman selama latihan berlangsung.

Seorang fisioterapis, Helen Binge, mengomentari fenomena ini. Menurutnya, meningkatnya tren olahraga sambil membawa serta bayinya itu bagus, asalkan gendongan bayinya cukup mendukung. Artinya gendongan tersebut tidak menghalangi gerakan sang ibu namun juga tidak terlalu ketat yang bisa membuat bayi justru tidak nyaman. (vit/up)