Bahkan dalam masyarakat Jawa misalkan, orang tua sering menakut-nakuti anaknya yang tidak mau menghabiskan makanan dengan mengatakan itu akan mengakibatkan salah satu ayam peliharaan mereka mati sia-sia.
Disadari atau tidak, lama-lama kebiasaan ini terpatri dalam benak si anak hingga tumbuh dewasa. Nah, sebuah penelitian terbaru dari University of Liverpool menemukan fakta mengejutkan terkait kebiasaan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Anak Obesitas? Jaga Kesehatannya dengan Rumus Gaya Hidup 5-2-1-0
Hal ini juga dibuktikan tim yang dipimpin Dr Charlotte Hardman dengan mengamati kebiasaan makan 385 mahasiswa di Inggris. Ternyata di akhir studi terungkap, mereka yang mengaku selalu menghabiskan makanannya cenderung mempunyai BMI yang lebih tinggi ketimbang yang tidak suka menghabiskan makanannya.
Oleh peneliti, fakta ini lantas berupaya dikembangkan demi mencari tahu adakah keterkaitan antara kebiasaan orang tua menyuruh anaknya menghabiskan makanan dengan dampak jangka panjang dari kebiasaan ini, semisal obesitas atau gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan pola makan.
Terlepas dari itu, pakar lain meyakini bahwa bagaimanapun pembiasaan ini tidak berdampak baik bagi kebiasaan makan anak.
"Mungkin tidak melulu soal obesitas, secara tidak langsung, kecenderungan atau 'norma' untuk selalu menghabiskan makanan yang disajikan ikut mendorong over-consumption (konsumsi berlebih)," simpul peneliti lain, Dr Eric Robinson, seperti dilaporkan Daily Mail.
Faktor lingkungan lain yang dianggap berpengaruh terhadap kebiasaan ini adalah porsi makan harus besar untuk anak dengan jenis kelamin tertentu atau perlunya mengonsumsi makanan dengan kandungan kalori tinggi sebagai sumber tenaga.
Baca juga: Perhatikan, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Anak Jadi Susah Makan
Studi lain mengungkap pemahaman yang sama juga berlaku untuk ukuran piring yang digunakan saat makan. Riset dari Cornell Food and Brand Lab mengungkap, mereka yang menggunakan piring kecil cenderung makan lebih sedikit daripada mereka yang makan dari piring besar.
Dengan menggunakan piring kecil, porsi makan yang dikonsumsi juga lebih sedikit dan tidak ada kecenderungan untuk makan berlebih. Bahkan mengurangi diameter piring saja dapat mengurangi jumlah konsumsi seseorang hingga mencapai 30 persen.
Agar tak sia-sia, memang sebaiknya makanan yang telah diambil harus dihabiskan. Tapi ingat juga untuk tidak mengambil terlalu banyak sehingga harus menghabiskan makanan yang lebih banyak pula agar tidak menyumbang kenaikan berat badan.
Lagipula jika tidak dihabiskan, maka makanan itu terpaksa dibuang begitu saja. Padahal di luar sana banyak orang yang kesulitan mendapatkan makanan. (lll/vit)











































