Menurut dr Aditya Suryansyah, SpA dari RSAB Harapan Kita, pernyataan bahwa ASI akan basi bila tidak diperah atau diisap bayi adalah salah. "Yang benar, ASI tidak akan pernah basi selama masih berada di dalam tubuh ibunya," tutur dr Aditya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Ia melanjutkan, hal yang sebenarnya terjadi bila ASI lama tidak dikeluarkan, baik melalui pemerahan maupun disusui langsung ke bayi, adalah produksinya yang semakin berkurang. Mengapa demikian?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini karena hormon di bagian payudara akan merangsang otak untuk menghambat produksi ASI berikutnya. Bukan tak mengkhawatirkan, jika berlangsung terus-menerus maka ASI bisa berhenti berproduksi lebih awal.
"Begitu juga sebaliknya, jika ASI sering dikeluarkan, maka produksi ASI akan lebih banyak yang keluar," imbuh dr Aditya.
Selain faktor pengeluaran ASI yang harus rutin, produksi ASI juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan kadar gizi ibu. Bila ibu bisa mengendalikan stres dengan baik, banyak makan makanan bergizi dan cukup istirahat, maka ASI yang diproduksi juga akan banyak.
Baca juga: Studi: Tidur Sekasur dengan Bayi Tingkatkan Motivasi Ibu untuk Menyusui
(ajg/up)











































