Sabtu, 04 Jun 2016 09:10 WIB

Pesan Dokter untuk Ayah dan Bunda Saat Hendak Latih si Kecil Berpuasa

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Bukan tak mungkin jika si kecil juga ingin ikut berpuasa seperti orang dewasa di sekitarnya. Nah, ketika anak berlatih puasa, dokter pun punya pesan untuk ayah dan bunda.

"Pastikan pada waktu sahur kasih anak makanan yang prinsipnya nggak banyak mengandung minyak dan susah dicerna. Dan yang pasti, komposisi makanannya tetap seimbang. Ada sayur, ada buah, ada karbohidrat, ada protein," kata dr Margaretha Komalasari SpA atau yang akrab disapa dr Ata.

Ditemui baru-baru ini di Plaza Senayan, Jakarta, dr Ata mengatakan ketika anak berlatih puasa, tubuhnya, termasuk enzim dan hormon juga akan melakukan penyesuaian. Nah, dengan begitu beberapa kondisi penyakit pada anak seperti gangguan asam lambung dikatakan dr Ata bisa lebih baik dan keluhannya berkurang.

Lalu, di usia berapa anak sudah bisa dilatih berpuasa? Menurut dr Ata, di atas usia lima atau enam tahun anak sudah bisa dilatih berpuasa. Namun ingat, proses belajar puasa dibuat bertahap.

Baca juga: Anak Ogah Makan dan Cuma Mau ASI? Ini yang Bisa Dilakukan Ortu

"Kalau nggak bisa sampai maghrib, kan memang lama ya hampir 14 jam nggak makan dan minum, jadi bertahap dulu aja, setengah hari dulu. Nanti semakin lama intensitasnya ditambah sampai dia bisa full day," tambah dokter yang praktik di Kemang Medical Care ini.

dr Ata mengingatkan, ada beberapa kondisi yang mengharuskan anak segera membatalkan puasanya. Misalnya ketika anak mengalami hipoglikemia dengan tanda tubuhnya amat lemas. Kemudian, cenderung ada tanda dehidrasi seperti lesu dan lemas.

"Sebaiknya nggak apa-apa dibatalkan karena kan bagaimanapun itu poroses belajar ya. Sekaligus biar anak tahu kalau puasa itu selain ada pahalnya tetapi juga untuk mengontrol keinginan makannya. Prinsipnya sih itu," pungkas dr Ata.

Baca juga: Tanda-tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

(rdn/vit)
News Feed