Selasa, 05 Jul 2016 14:15 WIB

Dokter Tak Sarankan Anak Diajak Mudik Pakai Motor

Puti Aini Yasmin - detikHealth
ilustrasi pemudik motor (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom) ilustrasi pemudik motor (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Di antara sekian banyak moda transportasi di Indonesia, sepeda motor merupakan sarana yang paling banyak dipilih untuk mudik. Alasannya beragam, bisa karena lebih cepat sampai dan menghemat pengeluaran.

Namun bila bermudik bersama buah hati, sepeda motor dikatakan bukanlah moda transportasi yang ideal. Hal ini ditegaskan dr Meta Hanindita, SpA dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

"Seandainya tidak mempunyai kendaraan pribadi lain selain motor, sebaiknya anak diajak mudik menggunakan alat transportasi umum," katanya saat berbincang dengan detikHealth.

Menurutnya, saran ini dirasa penting mengingat angka kecelakaan lalu lintas pada pemudik sepeda motor terbilang paling tinggi, apalagi jika perjalanan yang harus ditempuh sangat jauh.

"Di beberapa negara, bahkan ada lho aturan yang memang melarang anak naik sepeda motor," imbuhnya.

Baca juga: Bahaya! Jangan Nekat Ajak Anak Mudik Pakai Sepeda Motor

Hal senada juga diutarakan dr Ristantio, SpA., M.Kes., dari RS Akademik UGM Yogyakarta. "Anak tetap masih puasa, kecuali kalau mudiknya naik motor, itu tidak saya sarankan," tegasnya saat ditemui secara terpisah.

Justru jika anak diajak mudik dengan menggunakan kendaraan umum, semisal kereta api, maka si anak bisa menikmati perjalanan. "Naik kereta liat sawah, orang tuanya nunjukin itu apa, diceritain ladang tebu itu buat apa, si anak juga jadi lupa waktu," papar dr Ristan.

Dengan begitu anak tetap tahan berpuasa meski dalam perjalanan jauh. Terakhir, ia mengingatkan untuk membawakan anak bekal demi mengantisipasi bilamana ketika bedug Maghrib berkumandang, mereka masih di tengah arus mudik.

Baca juga: Saat Bepergian dengan Sepeda Motor, Jangan Biarkan Anak Duduk di Depan (lll/lll)
News Feed