"Kalau ice gel atau blue ice mencair, itu nggak masalah. Yang penting selama 24 jam ice gel-nya tidak terlalu sering dibuka-buka," tutur Nia Umar, Wakil Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), saat dihubungi detikHealth beberapa waktu lalu.
Jika melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat terbang, Nia menyarankan untuk membawa cooler bag berisi asi perah dan ice gel-nya bersama Anda. Ini untuk memastikan ASI perah dalam keadaan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Hendak Simpan ASI Perah? Ini Tipsnya
Bila terpaksa menaruh ASI perah di bagasi pesawat, Fifi Alvianto, seorang familly blogger yang punya pengalaman membawa 2,3 liter ASI perah dari Singapura untuk anaknya, menyarankan menggunakan cooler box. Dalam cooler box, tempatkan ASI perah bersama ice gel ataupun blue ice. Selanjutnya lakban seluruh pinggiran tutup cooler box dengan kuat, lalu dimasukan ke dalam koper dan dimasukkan ke bagasi pesawat.
"Berdasarkan pengalaman, aku masukkin ASI perah yang masih beku ke cooler box selama 5 jam perjalanan dan ditaruh di dalam bagasi pesawat. Kemudian saat dibuka, ASI perah masih beku banget," kisah Fifi.
Baca juga: Simpel, SMS Mesra Suami Saat Istri Pumping Bikin ASI Lancar
Untuk menyimpan ASI, Mia Sutanto, Ketua AIMI lebih menyarankan untuk menggunakan botol kaca guna mengurangi kontaminasi. "Pakai botol kaca memang disarankannya. Botol kaca juga gampang membersihkannya, tidak perlu disterilkan. Zat dan nutrisi yang tertempel di dinding kaca sedikit, jika dibandingkan dengan plastik," terangnya. (vit/vit)











































