Selasa, 09 Agu 2016 09:04 WIB

Cara-cara yang Bisa Dilakukan untuk Mengoptimalkan Jumlah ASI Perah

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Semua ibu pasti senang jika ASI yang ia perah jumlahnya banyak. Meski memang, produksi ASI masing-masing ibu berbeda dan dipengaruhi oleh beragam faktor.

Hanya saja, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ibu guna mengoptimalkan hasil ASI perahnya. Diungkapkan konselor laktasi di TigaGenerasi, dr Hikmah Kurniasari, MKM, CIMI, pada prinsipnya, ada dua hormon yang berpengaruh pada produksi ASI yakni prolaktin dan oksitosin.

"Oksitosin dipengaruhi psikis ibu dan berfungsi mengalirkan ASI. Ketika kita merah ASI, itu kita sebaiknya sambil enjoy. Kitanya udah nyaman. Artinya sudah makan, minum, dalam keadaan santai nggak terburu-buru. Dan memang di tempat yang layak," kata dr Hikmah ketika berbincang dengan detikHealth.

Baca juga: Amankan Stok ASI Perah, Ibu Ini Memasak Sambil Pumping

Ketika ibu memerah ASI di toilet misalnya, dengan kondisi terburu-buru, maka akan menghambat produksi ASI karena tidak dihasilkannya hormon oksitosin. Berbeda kondisinya ketika ibu memerah di ruang laktasi apalagi bersama teman-teman yang lain dan sembari ngobrol, aliran hormon oksitosin pun akan lebih lancar.

"Atau mau sambil bawa foto baby-nya, dilihatin gitu, bisa juga. Atau sambil minta dengerin suara baby-nya, dengerin musik juga bisa. Yang penting kegiatan yang bikin ibu enjoy," sambung dr Hikmah yang juga praktik di Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dan RS Sari Asih Ciputat ini.

Soal memerah ASI bersama-sama dengan teman, dr Hikmah mengingatkan pada beberapa ibu ada yang tidak bisa memerah ASI-nya bersama-sama. Sebab, ketika dia melihat ibu lain bisa memerah ASI lebih banyak, ia akan minder. Jika memang ibu merasa nyaman memerah ASI sendiri, menurut dr Hikmah tak masalah.

"Pokoknya cari suasana yang nyaman, sehingga oksitosinnya juga mengalir. Walaupun ada juga yang masa bodo ASI temannya banyak atau nggak tapi yang penting dia nyaman pumping bareng-bareng temannya," kata dr Hikmah.

Baca juga: Perjuangan Perah ASI di Tempat Umum: Oleh-oleh Hilang dan Koper Diambil Polisi


(rdn/vit)