Senin, 15 Agu 2016 15:32 WIB

Ketika si Kecil Sedang Gemar Mencari Perhatian

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Orang tua mungkin pernah merasa kesal luar biasa pada anak usia 2-3 tahun yang gemar 'berulah'. Mereka gemar menjerit-jerit dan melakukan aneka hal menjengkelkan lainnya untuk mendapatkan perhatian.

"Seeking attention biasanya terjadi karena ia merasa membutuhkan perhatian lebih banyak dari orang tuanya. Tapi kadang-kadang di usia 2-3 tahun, kita suka sebut terrible twos atau terrible threes," ujar psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi.

Anak 'berulah', lanjut Ratih, seringkali karena sedang coba-coba. Mereka ingin tahu jika melakukan perbuatan tertentu maka apa respons orang tua yang didapat.

Secara umum, jika orang tua tidak fokus pada anak-anak batita ini, umumnya mereka akan mencari perhatian lebih banyak. Nah, seringkali, kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan negatif.

"Misalnya ada orang tua yang kalau anaknya bertingkah negatif langsung suaranya meninggi dan memberikan perhatian ke anaknya. Jadi ketika anaknya berulah, orang tua lebih memerhatikan," sambung Ratih.

Baca juga: Ingat! Saat Selesaikan Masalah, Anak Akan Tiru Cara yang Dipakai Orang Tuanya

Karena itu, sambung Ratih, orang tua harus jeli memilih mana saja perilaku anak yang bisa direspons dan yang tidak. Sehingga jangan sampai respons orang tua baru diberikan saat anak berperilaku negatif. "Nanti malah makin jadi perilakunya," imbuh perempuan berkerudung ini.

Dikutip dari Texas Woman's University, jika seorang anak tidak mendapat perhatian positif, maka ia cenderung akan mencari perhatian yang negatif. Dicontohkan orang tua yang sedang sibuk melakukan aktivitas tertentu, misalnya menyiapkan makan, mereka cenderung tidak merespons perilaku anak yang dengan tenang menggambar di ruang tengah.

Sebaliknya, ketika anak menumpah-numpahkan cat airnya atau lari-lari di dapur, orang tua akan berhenti dari aktivitasnya untuk kemudian memberikan peringatan atau penjelasan pada anak. Hal ini membuat anak mempelajari polanya, bahwa ayah atau ibunya akan berhenti sejenak dari kegiatannya kalau mereka 'berulah'.

Artikel di Texas Woman's University menyebut mungkin anak akan berhenti 'berulah' saat mendapat peringatan dari orang tuanya, namun mereka lebih cenderung untuk mengulanginya lagi di masa mendatang.

Baca juga: Ini Lho Pentingnya Berbicara Menggunakan Kalimat-kalimat Positif pada Anak

(vit/rdn)
News Feed