Kamis, 18 Agu 2016 15:01 WIB

Apa Tandanya Anak Kekurangan Asupan Zat Besi? Ini Kata Dokter

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak, termasuk bayi, dan tak boleh terlewatkan adalah zat besi. Kekurangan mineral ini umumnya dapat memengaruhi kesehatan anak secara signifikan.

Seperti disampaikan oleh dokter spesialis anak RSIA Brawijaya Kebayoran Baru, dr Yoga Devaera, SpA(K), bahwa kandungan zat besi yang cukup dan tepat merupakan salah satu syarat makanan pendamping ASI (MPASI) yang sehat.

"Sumber zat besi dari hewani umumnya lebih mudah diserap tubuh anak. Jangan lupa juga cukupi kebutuhan vitamin C, karena vitamin C membantu memperbaiki penyerapan besi dari nabati," ujarnya kepada detikHealth baru-baru ini.

Baca juga: Setelah Mulai MPASI, Mengapa Berat Badan Bayi Cenderung Susah Naik?

Dikutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala yang paling sering ditemukan jika anak kekurangan asupan zat besi yakni pucat yang berlangsung lama (kronis) dan dapat ditemukan gejala komplikasi seperti lemas, mudah lelah, mudah infeksi, menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi dan gangguan perilaku.

"Sudah telat sebenarnya jika anak sudah tampak pucat. Segera bawa ke dokter, cek darah sambil tetap evaluasi sumber zat besi yang biasa diberikan pada anak. Berikan sumber zat besi seperti hati dan daging sapi misalnya 2-3 kali dalam seminggu, dengan porsi masing-masing minimal 75-100 gram," pesan dr Yoga.

Fungsi zat besi bagi tubuh yang paling penting adalah dalam perkembangan sistem saraf. Oleh sebab itu, kekurangan zat besi sangat memengaruhi fungsi kognitif, tingkah laku dan pertumbuhan seorang bayi.

Pada anak usia 1 hingga 2 tahun, defisiensi zat besi bisa disebabkan oleh beberapa hal. Selain karena tidak mendapat makanan tambahan yang memadai, kekurangan zat besi juga bisa muncul karena anak minum susu murni berlebih, obesitas dan memang kebutuhannya yang kian meningkat karena adanya infeksi berulang.

Baca juga: Perhatikan Hal Ini Jika Hendak Terapkan BLW untuk Tingkatkan Kemandirian Anak (ajg/vit)