Jumat, 26 Agu 2016 13:31 WIB

Ketika Ibu Bisa Produksi ASI Tapi Belum Tentu Mencukupi Kebutuhan Asupan Bayi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Ilustrasi ASI perah/ Foto: Radian Nyi Sukmasari Ilustrasi ASI perah/ Foto: Radian Nyi Sukmasari
Jakarta - Asal tidak ada indikasi medis, ibu pasti bisa memproduksi ASI. Hanya saja, apakah sudah pasti ASI yang diproduksi dapat memenuhi kebutuhan asupan bayi, minimal sampai si kecil berusia 6 bulan?

Menanggapi hal ini, dr I Gusti Nyoman Ayu Partiwi SpA dari RS Bunda Jakarta menuturkan, pada kenyataannya tidak semua ibu bisa mencukupi kebutuhan ASI bayinya. Sebab, produksi ASI pada prinsipnya tergantung pada kondisi hormon ibu, nutrisi, dukungan dari lingkungan, dan persepsi yang juga berhubungan dengan proses menyusui.

"Kalau semua ibu bisa menghasilkan ASI iya. Tapi apakah 100 persen ibu cukup produksi ASI-nya untuk bayinya, ini yang tidak 100 persen," kata wanita yang akrab disapa dr Tiwi ini dalam perbincangan dengan detikHealth.

dr Tiwi menambahkan, ibu bekerja umumnya lebih memilki kendala dalam mencukupi ASI untuk bayinya karena macam-macam hal. Misalnya beban pekerjaan, lelah fisik, tidak adanya dukungan untuk menyusui di tempat kerja, atau stres. Namun, dengan manajemen yang baik menurut dr Tiwi diharapkan produksi ASI tetap ada.

Baca juga: Bayi-bayi yang Susah Menyusu

Namun, ada pula kondisi yang membuat ibu sulit memproduksi ASI sehingga bayi harus mendapat donor ASI atau susu formula. Kondisi itu di antaranya ketika ibu mengidap HIV dan tidak mengonsumsi antiretroviral (ARV) atau ibu sedang menjalani kemoterapi.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, dr Yovita Ananta, SpA, IBCLC, MHSM, dari RS Pondok Indah mengatakan asal didukung dengan baik, produksi ASI seorang ibu akan terus berjalan dan cukup untuk bayinya paling tidak sampai si bayi berusia 6 bulan.

Sayangnya, masih banyak faktor-faktor penghambat di luar fisik ibu yang juga sangat memengaruhi kelancaran produksi dan pengeluaran ASI. Misalnya kondisi sakit, stres, atau sibuk bekerja, bisa membuat produksi ASI turun.

"Apapun yang mengganggu hormonal dan psikologis ibu, itu bisa langsung mengganggu produksi ASI. Jika hal itu bisa dijauhi ibu, serta anggota keluarga lainnya, maka ASI eksklusif bisa dicapai. Jika secara fisik seorang ibu dalam kondisi baik, kelenjar payudaranya juga berproduksi lancar. Tapi ASI bisa turun produksinya kalau efek-efek dari luar ini terus mengganggu," imbuh dr Yovita.

Baca juga: Ibu Sering Telat Memerah ASI, Produksi ASI Bakal Menurun?


(rdn/vit)
News Feed