Menurut Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS, ubi jalar bisa dikonsumsi sebagai MPASI saat anak sudah berusia 6 bulan. Lalu, bagaimana cara memgolah yang dianjurkan?
"Kalau di rumah, dikukus saja kemudian dihaluskan. Jadi dibentuk puree seperti kentang. Jadi pemberiannya seperti ngasih pisang aja ke anak. Dalam pemberian MPASI, perlu adanya penganekaragaman. Misalnya hari ini dikasih ubi jalar, besok bubur," kata Prof Ali saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak itu sebetulnya menginginkan rasa yang agak netral, manis nggak asin nggak juga nggak. Jadi bisa ditambah beberapa makanan yang jadi sumber protein seperti hati ayam, daging giling, nggak apa-apa. Memang beberap pencetus alergi seperti telur harus hati-hati dalam pemberiannya," kata Prof Ali.
Baca juga: MPASI Untuk Anak, Haruskah Selalu yang Bikinan Sendiri?
Terkait pemberian ubi jalar sebagai bahan MPASI anak, Prof Ali mengatakan belum ditemukan adanya efek seperti alergi. Sebab, umumnya pencetus alergi berupa protein dan pada ubi jalar, kandungan proteinnya tidak terlalu tinggi. Hanya saja, bisa saja terjadi efek kembung atau flatulen (sering kentut).
Kembung atau kentut bisa terjadi karena memang pati pada ubi jalar bersifat sulit dicerna. Namun, dengan proses pemanasan alias ubi dimasak dengan dikukus, itu sudah bisa meminimalkan terjadinya flatulensi hingga anak tidak mengalami kembung.
"Lain halnya kalau ubi jalar ini dijadikan bahan MPASI pabrikan, orang tua perlu juga melihat kandungan produk itu apa sehingga unsur protein dan gizi lainnya terpenuhi. Prinsipnya, kalau mengenalkan MPASI, orang tua rasakan dulu kalau rasanya oke, baru kasih ke anak," kata Prof Ali.
Baca juga: Setelah Mulai MPASI, Mengapa Berat Badan Bayi Cenderung Susah Naik?
(rdn/vit)











































