Menurut dokter spesialis anak dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA, persepsi soal sembelit masih seringkali simpang siur. Definisi sembelit pun masih berbeda-beda dipahami oleh tiap orang tua.
Apa sih sembelit itu? Dikatakan dr Meta, sembelit atau konstipasi adalah gangguan pada BAB ditandai keluarnya feses yang sulit, keras, tidak basah dengan ukuran lebih besar dari biasanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bayi Sering Kentut Pertanda Kembung? Ini Kata Dokter
Pada bayi berusia 6 bulan ke bawah dan di atas 6 pekan, apalagi yang mendapat ASI eksklusif, maka bisa saja sampai 14 hari tidak BAB. Dalam kondisi tersebut, selama bayi tidak rewel atau terlihat kesakitan, maka bukan dinamakan sembelit.
"Karena walaupun frekuensi BAB-nya kurang, tapi biasanya pada bayi ASI eksklusif, pada saat BAB fesesnya biasa saja bukan yang keras, sulit keluar atau tidak basah," terang dr Meta.
Walaupun begitu, orang tua perlu mengetahui juga pola buang air besar pada bayi yang normal. Pada bayi baru lahir yang aterm, BAB pertama biasanya dalam 36 jam pertama pasca lahir. Hampir 90 persen bayi BAB pada 24 jam pertama pasca lahir.
Pada pekan pertama, bayi BAB rata-rata 4 kali per hari, namun ini bergantung apakah bayi meminum ASI atau susu formula. Pada 3 bulan pertama, biasanya bayi BAB 3 kali per hari, sementara bayi yang minum susu formula rata-rata sehari 2 kali. Namun hal ini juga tidak selalu pasti, sebab frekuensi bergantung pada kondisi bayi dan jenis susu formulanya.
Baca juga: Setelah Diberi MPASI Bayi Jadi Diare, Berbahaya atau Tidak?
(ajg/vit)











































