Selasa, 13 Sep 2016 18:32 WIB

Bayi Sering 'Tolak' Tekstur Baru MPASI, Bagaimana Mengakalinya?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Saat bayi mulai makan, bukan berarti tugas orang tua akan lantas menjadi lebih mudah. Mulai mencoba makanan baru, proses adaptasi bayi justru kadang terasa menyulitkan karena ia ogah-ogahan makan.

Termasuk salah satunya adalah ketika bayi diberikan tekstur baru atau naik tekstur, misalnya dari yang awalnya cair menjadi lembut, atau awalnya lembut menjadi agak kasar. Di setiap fase transisi ini, bayi kerap menolak makan atau bahkan sampai muncul masalah lain seperti sembelit.

Menurut dr Melisa Anggraeni, SpA dari RS Siloam Lippo Cikarang, ketika bayi sudah berusia 6 bulan, maka ia sedang memasuki masa penting untuk dikenalkan dengan berbagai macam makanan bayi. Terutama dengan tekstur lembut dan lunak. "Selama masa transisi ini, sebagian bayi tidak bisa langsung menerima variasi makanan baru dan langsung menyukainya," ujar dr Melisa.

Baca juga: Apa Tandanya Anak Kekurangan Asupan Zat Besi? Ini Kata Dokter

Salah satunya adalah ketika bayi diperkenalkan dengan tekstur baru seperti bubur nasi atau bubur susu. Sebagian bayi kerap menolak karena ia mungkin tidak suka dengan rasa nasi atau ada alergi. Bisa jadi juga bayi merasa tekstur bubur susunya terlalu padat atau kental.

Disampaikan pula oleh dokter spesialis anak RSIA Brawijaya Kebayoran Baru, dr Yoga Devaera, SpA(K), bahwa transisi MPASI merupakan salah satu fase yang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Sayangnya, kadang fase ini tak berjalan 'mulus'.

"Melatih keterampilan makan dan kebiasaan makan kan harus dipelajari anak secara bertahap, sama seperti latihan berjalan. Oleh sebab itu, ada baiknya orang tua mempelajari beberapa hal terlebih dahulu," ungkap dr Yoga kepada detikHealth.

Selain itu, orang tua perlu ekstra sabar untuk mengenalkan rasa dan tekstur makanan baru pada bayi. Kebanyakan orang tua akan cepat menyerah dan menyimpulkan bahwa si anak tidak menyukai makanan tertentu, padahal bisa jadi anak sedang mempelajari rasa baru tersebut.

"Pengenalan makanan membutuhkan setidaknya 10-15 kali mencoba. Jangan menyerah kalau anak menolak satu kali. Kita saja yang orang dewasa pasti perlu adaptasi kan kalau mencoba makanan baru," imbuh dr Yoga.

Baca juga: Setelah Mulai MPASI, Mengapa Berat Badan Bayi Cenderung Susah Naik?


(ajg/vit)
News Feed