"Bisa saja anak-anak di bawah tiga tahun tertarik pada huruf. Bahkan ada yang sudah bisa mengenal beberapa huruf tertentu, seperti M, K atau O," tutur psikolog Rini Hildayani, M.Si dalam perbincangan dengan detikHealth, Selasa (20/9/2016).
"Kalau anak tanya ini huruf apa, tentu orang tua harus menjawab. Nggak mungkin dong kita bilang 'Nak, kamu belajar hurufnya nanti saja kalau sudah waktunya'," imbuh Rini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tertarik huruf itu bukan berarti anak mau membaca. Biasanya anak tertarik huruf yang besar-besar dan warna-warni. Jadi mungkin sebenarnya mereka tertarik dengan bentuknya dan warnanya," lanjut Rini.
Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Kemampuan Baca Anak
Beberapa huruf, tambah Rini, ada kemiripan dengan bentuk-bentuk bangun datar. Misalnya saja A yang mirip dengan segitiga. Huruf O mirip dengan lingkaran, dan sebagainya. Nah, umumnya anak-anak usia 1,5 tahun hingga tiga tahun sedang berusaha mengenali bentuk-bentuk, sehingga mereka tertarik dengan huruf-huruf yang besar.
"Kalau anak lain tertarik huruf, bukan berarti anak kita juga harus tertarik pada hal yang sama. Jangan dipaksakan kalau memang belum tertarik," saran Rini.
Beberapa waktu lalu, psikolog pendidikan dari TigaGenerasi, Rafika Ariani, MPsi, Psikolog mengatakan ketertarikan lebih dini balita pada huruf pada prinsipnya bisa membuat orang tua lebih awal memberi stimulasi pada mereka. Namun pendekatannya harus bermain sambil belajar.
Menurut Fika, saat mengajari anak membaca, jangan sampai membuat ia merasa terpaksa. Ketika anak tampak jenuh, maka biarkan dia main sejenak dan jangan diforsir. Jika diforsir, dikatakan Fika nantinya anak justru jadi tidak suka membaca.
Baca juga: Kenali Beda Balita yang Ogah atau Memang Belum Mampu Diajari Mengenal Huruf (vit/up)










































