Kamis, 29 Sep 2016 17:01 WIB

Psikolog: Anak Usia 4-6 Tahun Masih Tantrum, Tanda Pola Asuh Tidak Tepat

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Orang tua dengan anak yang memiliki masalah tantrum, diharapkan bisa lebih selektif dalam memilih pola asuh yang tepat. Dengan begitu, tantrum bisa diatasi lebih cepat dan lebih baik.

Ya, tantrum merupakan hal yang wajar terjadi pada anak usia 1,5 hingga empat tahun. Meskipun demikian, bukan berarti orang tua tak perlu mengambil tindakan. Jangan sampai anak menjadikan tantrum sebagai 'senjata' agar semua keinginannya terpenuhi. Jika demikian, tantrum bisa terus dialami anak sampai ia berusia di atas 4 tahun.

"Tantrum itu kan sebenarnya masalah pada anak yang bisa bikin orang tua pusing ya, bikin malu juga, ini memang normal dialami anak berusia 1-4 tahun, tapi lebih dari itu sudah tidak wajar," ungkap psikolog Anna Surti Ariani, MPsi.

Wanita yang akrab disapa Nina ini menjelaskan bahwa jika anak berusia di atas 4 tahun tapi masih sering tantrum dan marah-marah tak terkendali, maka bisa dikatakan ada kesalahan pada pola asuh orang tuanya.

Baca juga: Hai Ayah dan Bunda, Ini Tips dari Bu Dokter untuk Hadapi Anak Tantrum

"Biasanya sih karena anak menangis sedikit langsung dituruti permintaannya, ini tanpa disadari bisa bikin tantrum pada anak tidak hilang-hilang," imbuhnya.

Sewajarnya, anak berusia 4-6 tahun menurut Nina sudah lebih bisa mengontrol emosi dan dirinya sendiri, supaya tidak 'meledak-ledak'. Oleh sebab itu, ketika kemudian emosi anak masih tak terkendali, ini menjadi pekerjaan rumah bagi orang tua untuk mengevaluasi pola asuhnya.

Dalam perbincangan sebelumnya dengan detikHealth, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, menjelaskan bahwa ciri-ciri anak yang mengalami tantrum biasanya sering menangis keras, memukul dirinya, guling-guling di lantai atau memaksa. Ini merupakan ekspresi untuk menyatakan kekesalannya yang luar biasa.

Ratih mengingatkan orang tua untuk tidak ikut tantrum pada saat anaknya sedang tantrum. Ketimbang ikut-ikutan marah dan berteriak-teriak pada saat anak tantrum, lebih baik orang tua menyingkir sebentar untuk merenungkan sesaat apa penyebab tantrum pada anaknya.

Baca juga: Hal yang Bisa Dilakukan Agar Anak Terbiasa Terbuka dengan Ayah atau Ibu


(ajg/vit)