Menanggapi hal ini, psikolog dari Biro Psikologi Castra Tangerang, Wikan Putri Larasati, MPsi, Psikolog mengatakan selain anak nyaman hingga ia berani bertingkah saat ada ayah atau ibunya, anak juga bisa bertingkah karena caper. Nah, bagaimana membedakannya?
"Misalnya anak bertingkahnya ini dengan jadi rewel gitu, coba lihat apa dia benar-benar capek atau rewelnya karena apa ini. Sebab, terutama anak di bawah tiga tahun kan masih belum bisa mengungkapkan perasaannyanya," kata Wikan saat berbincang dengan detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tantrum di Usia 1-2 Tahun Tak Selalu Tanda si Kecil Bakal Jadi Anak Sulit
Apakah si anak terlalu capek atau memiliki masalah dengan temannya, misalnya. Jika sebelumnya anak ceria-ceria saja tetapi tapi saat ada ayah ibunya ia menangis dan rewel, menurut Wikan bisa aja tujuan anak bertingkah karena dia caper.
Ketika anak caper, Wikan menyarankan tak perlu memberi anak perhatian. Jika anak menangis atau tantrum, ayah atau ibu bisa agak cuek tapi tetap awasi anak. Jika orang tua justru memberi perhatian pada anak, ia bisa berpikir dengan menangis atau tantrum maka dia bisa mendapat apa yang diinginkan.
"Boleh punggung anak dielus-elus, ditepuk-tepuk pelan, lalu perlahan tanya apa yang dia rasakan, kenapa dia rewel. Lakukan komunikasi pelan-pelan dengan anak," kata ibu dua anak ini.
Baca juga: Saran Psikolog Agar Anak Tak Jadikan Tantrum Sebagai 'Senjata'
(rdn/up)











































