Persiapan Ibu yang akan Dinas Luar Kota dan Tinggalkan Bayinya yang Masih ASI

Persiapan Ibu yang akan Dinas Luar Kota dan Tinggalkan Bayinya yang Masih ASI

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Minggu, 06 Nov 2016 09:09 WIB
Persiapan Ibu yang akan Dinas Luar Kota dan Tinggalkan Bayinya yang Masih ASI
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Salah satu tantangan ibu menyusui adalah ketika harus dinas ke luar kota dan meninggalkan bayinya. Apa saja ya yang harus disiapkan?

Ibu menyusui perlu tahu lebih dahulu berapa kebutuhan air susu ibu (ASI) perah si kecil dalam sehari. Ini penting untuk memastikan stok ASI perah untuk si kecil aman.

"Keperluan ASI bayi di atas 6 bulan, misalnya 10 bulan adalah 400 sampai 600 cc. Nah dengan bantuan ASI perah ini bisa membantu," ucap dr Utami Roesli SpA, IBCLC, FABM dalam acara BreastFeeding Fair 2016 'GenerASI Merah Putih' di Summarecon Digital Center-Scientia Square Park, Serpong, Tanggerang, Sabtu (5/11/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika anak sudah berusia 6 bulan ke atas, artinya sudah mendapat makanan pendamping ASI (MPASI), ibu bisa meninggalkan MPASI untuk beberapa hari di kulkas. Jika ibu pergi untuk waktu cukup lama, bisa menuliskan menu MPASI pada suami atau orang lain yang menjaga si kecil.

Baca juga: Bayinya Sempat Muntah Darah, Ini Kisah Laras Bangkit dan Perjuangkan ASI

Perempuan yang akrab disapa dr Tami ini menjelaskan jadwal pemberian makanan kepada bayi yaitu ASI pada pagi dan malam hari, makanan padat dua kali dan makanan ringan dua kali. "Di antaranya berikan air putih," imbuhnya.

Sementara itu, ibu jangan sampai lupa membawa perlengkapan memerah ASI. Ini penting agar tetap bisa memberikan oleh-oleh ASI sepulang dari dinas luar kota. Perlengkapan yang perlu dibawa antara lain kantong ASI, strerillizer tablet, breast pump jika terbiasa memerah ASI dengan alat, cooler box, ice gel dan apron menyusui.

Cobalah untuk tetap konsisten memompa ASI setiap 6 jam sekali. Nah, hasil ASI perah bisa Anda coba dititipkan ke freezer hotel, namun pastikan untuk tidak dicampur dengan daging dan sayuran. Untuk identitas, tuliskan nama Anda dan nomor kamar.

Karena butuh perjuangan untuk memberikan ASI, selamat berjuang dan jangan menyerah ya Busui!

Baca juga: Kisah Fifi, Bawa Oleh-Oleh 2,3 Liter ASI dari Singapura untuk Anaknya


(vit/vit)

Berita Terkait