Ya, meminumkan obat kepada anak memang susah-susah gampang. Tetapi dari dulu, ada beberapa cara populer yang biasa digunakan orang tua, semisal menggerus obat atau memasukkannya ke dalam buah. Biasanya yang dipilih adalah pisang karena kebanyakan anak tak menolak bila disuapi pisang.
"Masih ada lo yang kayak gitu sampai sekarang," aku dr Meta Hanindita, SpA dari RS Dr Soetomo saat ditemui di Surabaya baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari buku terbarunya, Mommyclopedia, Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun, cara untuk meminumkan obat pada bayi tak bisa sembarangan.
Pertama, posisikan bayi dalam keadaan duduk. Pegang erat salah satu tangannya, dan tempat tangan yang lain di pinggang ibu.
"Dengan lembut, goreslah pipi bayi perlahan. Ini akan merangsang bayi membuka mulut," tulisnya.
Kedua, gunakan spuit yang sudah dilepas jarumnya, lantas masukkan obat ke dalam syringe. Dorong spuit perlahan di sisi dalam bayi atau di sebelah lidah agar rasa obat tak begitu terasa.
"Jangan memasukkan obat dengan syringe langsung ke belakang tenggorokan bayi untuk menghindari tersedak," pesan dr Meta.
Ketiga, ketika bayi sudah menelan obatnya, berikan minum agar obat dapat tertelan seluruhnya. Yang tak kalah penting, ketika dokter memberikan obat, mintalah obat yang memiliki perasa seperti jeruk, stroberi hingga anggur.
Di sisi lain, bila bayi pilek atau sakit, ada ibu yang tak tega meminumkan obat ke bayinya lalu memilih meminum obat itu sendiri dengan asumsi obat itu bisa 'ditransfer' melalui ASI.
Menurut konselor menyusui dari Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI), Farida Ayu Erikawati, cara ini sama sekali tidak dibenarkan. "Ini hanyalah mitos. Jangan sampai karena termakan mitos, maka kesehatan si kecil jadi terabaikan," pesan Farida seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.
Baca juga: Tak Cuma Orang Dewasa, Anak Sebaiknya Juga Tak Asal Minum Antibiotik
dr Meta menambahkan, ada beberapa daftar pertanyaan yang bisa diajukan orang tua kepada dokter ketika bayi atau anaknya diresepkan obat, misalnya:
- Obat apa ini? Apa fungsinya?
- Adakah efek samping yang harus diwaspadai?
- Berapa kali diminum dalam sehari?
- Kapan harus diminum, sebelum atau sesudah makan?
- Berapa lama obat harus diminum atau kapan harus habis?
- Apakah tetap diminum jika keluhan sudah menghilang?
- Jika keluhan tetap ada, bolehkah diminum melebihi jadwal yang dianjurkan?
- Bagaimana kalau terlupa minum obat?
- Berapa lama seharusnya kondisi bayi/anak membaik setelah minum obat? (lll/vit)











































