Selasa, 08 Nov 2016 15:15 WIB

Adakah Obat atau Vitamin yang Bisa Jamin Anak Cerdas? Ini Kata Dokter

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock
Surabaya - Ketika berkunjung ke dokter anak, tak jarang orang tua meminta obat atau suplemen yang bisa mencerdaskan si anak. Apakah permintaan ini berlebihan dan benarkah ada suplemen semacam ini?

dr Meta Hanindita, SpA dari RS Dr Soetomo Surabaya mengatakan, ia juga sering mendapatkan permintaan seperti ini. "Tidak ada obat atau vitamin yang bisa menjamin kecerdasan anak," tegasnya ditemui baru-baru ini.

Hal ini karena kecerdasan atau kepintaran seorang anak ditentukan oleh tiga hal, yaitu faktor genetik, nutrisi dan stimulasi.

"Faktor genetik itu kan nggak bisa kita apa-apain. Tapi ada yang bisa kita intervensi yaitu dari faktor nutrisi dan stimulasinya," paparnya.

Untuk faktor nutrisi, dr Meta menekankan pentingnya pemenuhan makronutrien dan mikronutrien untuk anak atau seperti halnya yang dianjurkan Kemenkes, yaitu gizi seimbang. Makronutrien merujuk pada nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah tinggi, yaitu karbohidrat, protein dan lemak; sebaliknya mikronutrien merupakan nutrisi dalam jumlah kecil seperti zat besi, seng, maupun mineral sejenis.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak dengan Metode 'Piring Sehat', Seperti Apa?

Yang tak kalah penting dari nutrisi adalah stimulasi. Menurut dr Meta, faktor ini sering terlupakan, padahal berperan besar bagi proses peningkatan kecerdasan anak. Stimulasi tidak hanya diberikan di sekolah, tetapi juga di rumah, atau dimanapun.

"Sebab yang paling penting adalah faktor orang tuanya sendiri. Tidak hanya quality time, tetapi juga quantity. Kalaupun waktunya sedikit, ya bener-bener dimanfaatkan untuk stimulasi," tegasnya.

Beberapa waktu lalu, dr Luh Karunia Wahyuni, SpKFR(K) dari RS Cipto Mangunkusumo - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, otak anak akan terus berkembang setiap hari melalui stimulasi dari orang tua. Hal ini juga tidak bisa ditunda misal untuk ditinggal bekerja atau mengurus rumah tangga.

"Kalau ibu kan harus kerja, ibu harus mengurus rumah tangga, itu kan masalah teknis, dan harus diselesaikan oleh orang dewasa. Tinggal bagaimana saja kita mengaturnya supaya urusan kita selesai namun anak tidak ditinggalkan," ungkapnya seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Stimulasi dapat diberikan dengan memberikan mainan yang menantang atau merangsang otaknya. Dan ini bukan gadget karena sifatnya pasif. Padahal stimulus yang ideal adalah yang bisa merangsang seluruh indera si anak, mulai dari visual, motorik, sensorik hingga pendengaran.

Tak perlu repot, bermain bisa dilakukan sembari memandikan anak, mengganti baju atau membacakan dongeng sebelum tidur.

Baca juga: Mengembangkan Kecerdasan Anak Bisa Dilakukan dengan Cara Sesimpel Ini (lll/vit)