Jangan Panik, 6 Hal Ini Bisa Terjadi Pada Payudara Ketika Ibu Menyusui

Jangan Panik, 6 Hal Ini Bisa Terjadi Pada Payudara Ketika Ibu Menyusui

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 05 Des 2016 13:35 WIB
Jangan Panik, 6 Hal Ini Bisa Terjadi Pada Payudara Ketika Ibu Menyusui
Foto: thinkstock
Jakarta - Bersamaan dengan kehamilan dan persalinan, menyusui adalah salah satu fungsi tubuh alami yang dapat dilakukan seorang wanita. Bagi ibu baru momen ini bisa menjadi salah satu pengalaman yang berharga namun perlu diketahui juga ada beberapa hal yang bisa terjadi dengan payudara.

Agar tak panik atau keheranan saat hal tersebut benar terjadi, yuk intip faktanya seperti dikutip detikHealth dari berbagai sumber pada Senin (5/12/2016).

1. Berubah ukuran

Foto: ilustrasi/thinkstock
Menurut konsultan laktasi Diana West dari La Leche League payudara bisa berubah ukuran ketika menyusui. Ada ekstra lemak yang muncul sebagai cadangan kalori untuk menyusui bayi.

Nah ketika ibu sudah berhenti menyusui menurut studi terbaru yang dipublikasi di jurnal Developmental Cell maka protein bernama Rac1 akan mulai 'bersih-bersih'. Sel mati dan sel yang memproduksi payudara oleh protein dibuang karena sudah tidak dibutuhkan lagi.

Lemak ekstra juga nantinya diserap kembali lewat metabolisme tubuh.

2. 'Bocor' saat bercinta

Foto: thinkstock
Ketika hormon cinta bernama oksitosin keluar, maka air susu dengan sendirinya bisa 'bocor' dari payudara mengalir keluar. Mekanisme ini sebetulnya bermanfaat untuk memudahkan bayi menyusui, hanya saja hormon oksitosin diketahui diproduksi juga saat bercinta.

Dampaknya ketika orgasme bisa saja terjadi susu ikut bocor atau menyemprot keluar.

3. Bisa picu campuran emosi

Foto: thinkstock
Ketika hormon oksitosin keluar saat menyusui, kebanyakan ibu akan merasa bahagia. Namun demikian pada beberapa kasus langka bisa juga seorang ibu merasakan campuran emosi kuat lainnya.

Seorang ibu mungkin malah bisa merasa gelisah sesaat atau bertahan sampai beberapa menit. Para ibu yang seperti itu memiliki kondisi bernama Dysphoric Milk Ejection Reflex (D-Mer) yang berkaitan dengan peningkatan hormon lain bernama dopamin.

"Seseorang bisa merasa gelisah yang ekstrem dan perasaan tidak nyaman seperti ada sesuatu merayap di kulit. Intinya membuat mereka ingin lari," kata Diana yang menambahkan bila ibu sering merasa seperti itu maka sebaiknya konsultasi dengan dokter.

4. Picu kontraksi

Foto: thinkstock
Setelah dua minggu setelah melahirkan, setiap ibu menyusui beberapa ibu mungkin akan merasa keram di perut seperti sedang menstruasi. Menurut ahli hal ini terjadi karena tubuh sedang menstimulasi kontraksi pada rahim agar bisa kembali ke ukuran sebelum hamil.

Baca juga: Memompa ASI Sambil Lari Maraton, Foto Ibu Ini Jadi Viral

5. Mengeras

Foto: thinkstock
Selain payudara membesar, seorang ibu mungkin juga merasa payudaranya keras seperti batu. Hal ini wajar terjadi setelah beberapa hari setelah melahirkan atau ketika ibu tidak selama beberapa waktu tidak menyusui. Berita baiknya bila ibu kembali menyusui payudara juga dapat terasa kembali normal.

Baca juga: Awalnya Puting Lecet dan ASI Tak Keluar, Ini Perjuangan Mirza Menyusui Anaknya

6. Bisa tetap menyusui pasca operasi

Foto: thinkstock
Bila seorang wanita menjalani operasi payudara karena berbagai alasan, berita baiknya ia tetap dapat memproduksi susu dan menyusui anak. Bahkan studi terbaru yang dipresentasikan pada International Society for Aesthetic Plastic Surgery melihat sekitar 95 persen bayi yang lahir dari ibu yang dioperasi tetap dapat menyusui.

Bahkan ketika puting atau sebagian payudara hilang, ada kemungkinan saluran kelenjar susu untuk tumbuh kembali memperbaiki diri.

"Para ibu ini mungkin tidak akan memiliki suplai susu penuh karena tidak semua salurannya tersambung kembali. Tapi beberapa wanita tetap bisa menghasilkan susu," ungkap Diana.
Halaman 3 dari 7
(fds/vit)

Berita Terkait