Anak Agak Paksa Orang Lain Beli Barang Dagangannya, Wajarkah?

Anak Agak Paksa Orang Lain Beli Barang Dagangannya, Wajarkah?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 01 Feb 2017 08:34 WIB
Anak Agak Paksa Orang Lain Beli Barang Dagangannya, Wajarkah?
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Anak bisa saja berlatih menjual barang dagangan. Misalnya saja melalui kegiatan market day di sekolah. Atau, ketika anak menjual barang dagangan milik sang ibu kepada teman-temannya di rumah.

Nah, salah satu pembaca detikHealth, Dhira berbagi pengalamannya ketika ada anak seorang tetangga yang menjual dagangannya dengan agak memaksa. Kala itu, si anak tetangga menjual permen jahe buatan sang ibu.

"Jadi si anak ini agak maksa gitu. Ayo tante beli dong, ini enak lho permennya. Murah lagi, cuma gopek (Rp 500). Saya nggak tega ya akhirnya saya beli beberapa," tutur Dhira.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lain lagi dengan pembaca detikHealth lainnya Tina. Ia menceritakan keponakannya menjual pernak-pernik ke teman di area rumahnya. Cara berjualan yang diterapkan dia yakni teman-temannya diajak bermain ke rumah dan jika si teman enggan membeli, keponakan Tina mengancam tidak mau berteman dengan anak itu.

"Padahal tujuan dia jualan cukup baik ya. Dia bilang mau bantu ibunya bahkan mau memberangkatin umroh neneknya," ujar Tina. Nah, soal cara berdagang pada anak, psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi, Anna Surti Ariani MPsi., Psikolog mengatakan pada anak usia sekolah dasar (SD) awal bahkan akhir, memang mereka belum terlalu punya strategi untuk berjualan.

Sehingga, cara apa yang mereka tahu bisa membuat seseorang membeli dagangannya pun akan dilakukan. Termasuk dengan memaksa, terus membujuk, bahkan mengikuti terus si calon pembeli. Nah, di sinilah peran ayah dan ibu dibutuhkan.

Ilustrasi anak berlajar berjualanIlustrasi anak berlajar berjualan Foto: ilustrasi/thinkstock


Ya, Ayah dan Ibu bisa memberi pendidikan pada anak bagaimana strategi menjual dagangannya dengan tidak memaksa. Pengajaran ini bisa diberi sebelum anak mengikuti market day di sekolahnya misalnya. Demikian disampaikan wanita yang akrab disapa Nina ini.

"Kita ajari ke anak bahwa dia bisa menawarkan dagangannya. Tawari aja, tapi jangan sampai kalau temannya nggak beli, nggak ditemanin. Atau jangan sampai anak memaksa orangnya, mencuri dompetnya dia, atau ngatain orangnya karena nggak beli," terang Nina saat berbincang dengan detikHealth.

Nah, supaya barang dagangan anak bisa dibeli, coba juga ajari anak membuat semacam pengumuman sederhana berupa poster yang ia gambar sendiri. Katakan pada si kecil, jika ia bisa membuat poster yang menarik, itu bisa menggugah hati orang untuk membeli dagangannya.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Orang Tua Sering Memaksa Anak Agar Mau Makan

Atau, bisa juga Ayah dan Ibu meminta anak menceritakan kekhasan dari dagangan yang ia tawarkan sehingga orang lain tertarik. Contohnya, jika makanan yang dijual adalah buatan sang mama atau oleh-oleh khas daerah tertentu.

"Strategi itu yang perlu diajarkan supaya anak nggak perlu melakukan strategi yang salah. Anak juga perlu diajak diskusi. Kalau dia memaksa temannya beli tapi temannya nggak mau, memang dia mau kehilangan teman? Karena memang mungkin saat itu anak nggak memikirkan sejauh itu yang penting dagangannya laku," tambah wanita yang juga praktik di Klinik Psikologi Terapan UI ini.

Jangan lupa, ajari antisipasi ketika barang dagangan anak laku atau tidak. Saat dagangannya laku, ajari anak untuk menghitung keuntungannya, bersyukur, tidak sombong, tidak mengejek teman yang dagangannya tidak laku, kemudian ajari dia mencatat keuangan dengan baik.

Sebaliknya, saat dagangan anak tidak laku katakan itu wajar saja terjadi. Jika memang barang dagangannya termasuk awet, maka sarankan anak menjualnya di kesempatan berikutnya. Tapi jika yang ia jual adalah makanan, anak bisa diminta menjualnya dengan harga diskon atau cukup dibagikan ke teman-temannya.

"Jangan lupa apresiasi juga penting, baik saat dagangan anak laku atau nggak. Pada saat market day misalnya, saat hari H, anak cukup diingetin apa yang sudah kita ajarkan. Kadang, evaluasi juga perlu dilakukan guru jadi masing-masing anak dapat insight apa yang bisa dilakukan supaya dagangannya laku dan apa yang keliru ketika dagangannya nggak laku," tutur pemilik akun twitter @AnnaSurtiNina ini.

Baca juga: Anak Ingin Sesuatu Seperti yang Dimiliki Teman-temannya, Bagaimana Menyikapinya?


(rdn/up)

Berita Terkait