Menurut pendiri Tan Wellbeing Clinics and Remanlay Special Needs Health, dr Tan Shot Yen M.Hum, kalah saat bermain bisa menjadi informasi mengenai tingkat keterampilan sang anak. Selain itu, kekalahan juga meningkatkan sikap sportif yang dimiliki anak.
"Sportif artinya tidak mempersalahkan siapa-siapa. Tapi justru mampu ikhlas merasakan kegembiraan yang menang, bukan meratapi kekalahannya sendiri," ucap dr Tan dalam bukunya 'Anak Sehat Indonesia'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Tan mengatakan, kekalahan bisa membuat seseorang berlatih lebih tekun dan giat. Sehingga ke depannya ia tidak mudah menyerah. Dengan begitu, anak akan paham hal yang perlu diperbaiki seperti mengasah keterampilan dan meningkatkan kemampuan anak dalam sebuah permainan.
Oleh karena itu, dr Tan meminta orang tua untuk memberikan pemahaman mengenai permainan. Misalnya saja memberi pemahaman pada anak bahwa permainan sebenarnya bukan hanya soal kompetisi namun juga kompentensi.
"Kompetisi melahirkan paradigma menang atau kalah dan saling mendahului. Sedangkan kompentensi menciptakan keahlian, pemahaman mendalam, dan ketekunan untuk mendapatkannya," imbuh dr Tan.
Baca juga: Bermain di Tanah Diyakini Bikin Anak Tidak Gampang Sakit
(rdn/up)











































