Kamis, 02 Feb 2017 14:32 WIB

Ini yang Perlu Diperhatikan Bila Ingin Menyusui Dua Anak Sekaligus

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Menyusui dua anak sekaligus sangat mungkin dilakukan. Keadaan ini terjadi pada beberapa ibu yang dihadapkan dua pilihan yaitu menyapih si kakak atau menyusui keduanya. Berdasarkan pengalaman, biasanya ibu akan memilih opsi kedua. Nah, keputusan untuk menyusui dua anak ini dinamakan tandem breastfeeding atau tandem nursing.

Di Indonesia tandem breastfeeding masih belum begitu populer. Menurut konselor laktasi, dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC jika ibu ada niatan menyusui dua anak secara bersamaan maka yang perlu diperhatikan adalah kecukupan ASI bagi si adik bayi.

Baca juga: Meski sedang Hamil, Ibu Tak Harus Berhenti Menyusui si Kecil Kok

"Untuk tandem nursing atau menyusui sang kakak dan adik dalam waktu yang sama, boleh saja dilakukan, namun harus mengutamakan sang adik karena masih dalam masa ASI eksklusif, di mana ASI adalah satu-satunya asupan baginya," imbuh dr Asti yang juga menjadi ketua tim laktasi di RS Permata Depok.

"Jika ibu memang memilih untuk tandem nursing, disarankan untuk rutin berkonsultasi dengan dokter laktasi agar dapat dikawal proses menyusuinya dengan baik, sehingga proses menyusui menjadi menyenangkan dan menenangkan, tidak hanya bagi anak-anak, namun juga seluruh anggota keluarga," lanjut dr Asti.

Ketika si kakak belum genap berusia dua tahun dan masih menikmati ASI alias belum disapih, dr Asti berharap si kakak sudah diberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) berupa makanan keluarga dengan variasi, porsi, dan frekuensi yang baik. Sehingga ASI bukan lagi asupan utama baginya.

"Ibu bisa menerapkan aturan bahwa sang kakak boleh menetek bila si adik sudah betul-betul kenyang atau bila memungkinkan menetek berbarengan. Jangan sampai terjadi sang kakak mengosongkan payudara terlebih dulu, baru si adik mendapat sisanya diaat lagi lapar-laparnya," terang dr Asti.

Apabila memang sulit dan tidak kondusif, ibu diperbolehkan menyapih si kakak dan mengalihkannya dengan minuman sehat, seperti air putih, jus buah, atau susu segar. Namun ingat ya, saat pemberian susu segar sebaiknya jangan terlalu banyak, cukup sekitar 250cc per hari agar tidak menggantikan MPASI yang seharusnya diberikan.

Baca juga: Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Ibu Ketika Hendak Menyusui Tandem

Selain itu yang tak boleh dilupakan juga bagi si sulung ialah mulai biasakan minum melalui media gelas atau gunakan sedotan jika abang suka. Sebab akan menimbulkan masalah kesehatan dan psikologis pada diri abang jika diberi dengan media dot.

(hrn/up)