Rabu, 01 Mar 2017 19:07 WIB

Berbagai Masalah yang Bisa Dialami Bayi Prematur

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Kelahiran prematur tak lepas dari berbagai risiko kesehatan. Nah, ketika si kecil lahir prematur, apa saja risiko kesehatan yang bisa terjadi padanya?

"Bayi prematur merupakan penyumbang terbesar dari angka kematian bayi. Bayi prematur juga memiliki kemungkinan cacat fisik," ucap dr Rinawati Rohsiswatmo SpA (K) yang meluncurkan website edukatif dan interaktif mengenai bayi prematur.

dr Rina menambahkan bayi prematur yang hidup selamat pun masih memiliki kemungkinan mengalami gangguan kognitif, penglihatan dan pendengaran. Terlebih, masih terjadi kurangnya informasi mengenai cara mencegah atau merawat bayi prematur dari semua pihak.

Baca juga: Mesin MRI Ini Khusus untuk Bayi Prematur

"Perawatan bayi prematur bisa dikategorikan sangat rumit dan kompleks. Karena tingginya risiko yang bisa terjadi di awal kehidupan si kecil," sambung dr Rina dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikHealth.

dr Rina menjelaskan, dalam merawat bayi prematur, dibutuhkan pengetahuan yang luas, kesabaran serta keterampilan dari orang yang menanganinya. Selain itu, perawatan bayi prematur terkadang membutuhkan sarana yang lengkap dan teknologi yang canggih.

Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) 'Born too Soon, The Global Action Report on Preterm Birth 2010', dr Rina mengatakan, secara global 15 juta bayi lahir prematur tiap tahun. Kemudian, lebih dari satu juta bayi meninggal karena komplikasi akibat lahir prematur.

"Di Indonesia sendiri, bayi prematur masih menjadi masalah besar. Karena tahun 2010, Indonesia menempati peringkat ke lima negara dengan kasus kelahiran bayi prematur terbanyak di dunia," imbuh dr Rina.

Baca juga: Semakin Banyak Bayi Lahir Prematur Bisa Hidup Tanpa Kecacatan

Sementara, untuk mengeduksi masyarakat mengenai bayi prematur, dr Rina menghadirkan website edukatif dan interaktif dengan nama drrina.id. Website ini berisi segala informasi terkait bayi prematur. (rdn/vit)
News Feed