Saat bermain peran, Kerry dan Jayde melakukan 'salon talk'. Dalam melakukan salon talk ini, seakan-akan si penata rambut dan pelanggannya sudah saling percaya sehingga cerita pun begitu mudah diungkapkan. Nah, di sini Kerry yang berpura-pura menjadi pelanggan.
"Hai gadis, lalu saya bertanya pada pria itu. Apakah dia gila?" kata Kerry dalam video berdurasi 1 menit 21 detik yang diunggah di akun Facebook-nya pada tanggal 5 Mei lalu. Si kecil Jayde merespons dengan mengulang perkataan Kerry sambil tetap menyisiri rambutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu saya hanya memberi Jayde sisir dan memintanya menyisiri rambut. Saya suka bermain Snapchat, begitu juga Jayde. Ketika saya merekam, inilah yang terjadi. Jayde memang anak yang amat verbal, apa yang kami katakan pasti dia tiru. Hanya saja, ayahnya jarang melakukan baby talk dengannya," tutur Kerry kepada Cosmopolitan.
Baca juga: Hai Orang Tua, Ini Tips Agar Anak Tak Terlambat Bicara
Sejak diunggah pada 5 Mei lalu, video main 'salon-salonan' yang dilakukan Kerry dan Jayde sudah dilihat lebih dari 18 juta kali dan dibagikan lebih dari 412 ribu kali. Sebanyak 5 ribu lebih komentar pun mampir di video ini. Kebanyakan netizen gemas dengan aksi Jayde.
Netizen bernama Bella Gee mengatakan Jayde amat cantik dan mengagumkan. Sementara, Sandy Valols mengatakan tak bosan menonton video ini. "Saya ingin sekali 'memakannya'," kata Sandy mengungkapkan kegemasannya.
Di akun instagramnya @_sweetest_poison, Kerry juga mengunggah beberapa klip menggemaskan Jayde. Termasuk ketika Jayde bercermin dan dia mengatakan dirinya cantik, dengan mantap Kerry mengatakan 'Ya, kamu memang cantik'. Kemudian, di klip lainnya, terekam bagaimana Jayde yang mengenakan lilitan handuk di kepalanya menatap layar kamera kemudian mengikuti kata-kata yang diucapkan sang ibu.
"Saya cinta diri saya. Saya pintar. Saya cantik. Saya baik. Ya," kata Jayde dengan pipi gembilnya.
Beberapa waktu lalu, terapis wicara di RS Harapan Kita dan Rumah Terapi, Rita Rahmawati A.md. TW, S.Pd mengatakan kata-kata pertama yang diucapkan anak saat berusia antara 10 sampai 18 bulan bisa berasal dari lingkungan. Dalam artian, ia mengucapkan kata yang kerap didengarnya dari orang sekitar.
Baca juga: Memahami Anak yang 'Terpeleset Omong' Saat Bicara di Depan Umum
"Karena anak sering dengar kata itu dan familiar jadinya ya dicontoh sama dia. Kata yang diucapkan anak juga bisa dicontoh dari kata-kata yang didengar di televisi atau bahkan mainan. Sehingga, penting pendampingan orang tua ketika anak menyaksikan tayangan televisi atau saat membelikan mainan anak," kata Rita.
Sementara, terkait yang dilakukan Kerry di mana ia mengucapkan kalimat bernada positif dan meminta sang putri mengulangnya, itu bisa termasuk dalam pep talk atau kata-kata penyemangat yang diberi sebagai upaya menumbuhkan rasa percaya diri anak. Terkait pep talk untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, psikolog Ajeng Raviando mengatakan hal itu bisa saja dilakukan.
"Karena dalam pep talk ada ucapan untuk membentuk konsep diri yang bisa mendongkrak percaya diri. Tapi kalau untuk rasa percaya diri anak, saya kira memang ada banyak hal ya. Dukungan atas perilaku positif anak juga bisa membuatnya percaya diri. Ketika anak bicara dengan sopan santun di hadapan orang lain kadang dianggap biasa, padahal ini hal yang baik, dan tidak ada salahnya kita beri pujian," papar Ajeng.
Tapi dalam memberi pujian pada anak juga jangan berlebihan ya. Sebab hal itu bisa membuat anak jadi tidak paham dengan pujian yang didapat. Apalagi jika pujian pada anak diberikan tanpa sebab akibat yang jelas.
Nah, beginilah aksi menggemaskan Jayde dan ibunya saat bermain salon-salonan.
(rdn/vit)











































