Wanita Hamil Dipecat dari Kantor Gara-gara Morning Sickness

Wanita Hamil Dipecat dari Kantor Gara-gara Morning Sickness

- detikHealth
Rabu, 21 Des 2011 11:33 WIB
Wanita Hamil Dipecat dari Kantor Gara-gara Morning Sickness
Berkshire, Inggris - Morning sickness atau mual muntah di pagi hari adalah gejala yang wajar saat hamil muda. Namun seorang ibu hamil yang bekerja di sebuah pabrik senjata di Inggris mengklaim dirinya dipecat karena mengalami morning sickness.

Jennifer Cox (33 tahun) bekerja di Departemen Pertahanan Inggris pada Atomic Weapons Establishment di Aldermaston, Berkshire, Inggris, sebagai manajer website paruh waktu.

Jennifer mulai mengambil waktu cuti karena ia sering merasa mual dan harus melakukan kunjungan dokter antenatal. Departemen Pertahanan mengatakan ia diberhentikan sebagai bagian dari pengurangan 800 pekerja di departemen. Namun di pengadilan tenaga kerja, Jennifer bersikeras bahwa dia adalah korban diskriminasi seksual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu dari 2 anak ini menerima bahwa ketidakhadirannya menyebabkan kurangnya kemajuan pada pengembangan situs web, tetapi ia terkejut dengan reaksi dari atasannya, Ray Cross.

"Dia menyuruhku untuk berhenti sakit. Saya tidak ingin menjadi sakit, tapi saya tidak bisa menahannya. Saya menderita morning sickness, belum lagi sakit yang saya alami di perut bagian bawah dan beberapa perdarahan. Perbincangan yang mengancam dan mengintimidasi saya untuk meninggalkan pekerjaan, membuat saya merasa sangat sengsara dan rendah," jelas Jennifer Cox, seperti dilansir Dailymail, Rabu (21/12/2011).

Jennifer mengatakan kepada pengadilan bahwa ketika dia memberitahu atasannya tentang kondisi tubuhnya, itu menyebabkan kedudukannya di pekerjaan menjadi berisiko.

"Saya telah membuat keputusan untuk memberitahu manajer lini, saya berpikir bahwa kejujuran adalah kebijakan yang terbaik tapi sekarang saya menyesal," jelas Jennifer.

Menurut Jennifer, pihak perusahaan sedang mencoba untuk mengklaim bahwa mereka tidak mengetahui kehamilannya dan mencoba mencari alasan apapun yang berkaitan dengan tindakan diskriminasi seksual.

"Saya percaya bahwa jika saya tidak hamil dan tidak mengambil waktu cuti, saya masih bekerja di sana sekarang," tutup Jennifer.





(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads