Bedah Laser Bisa Memisahkan Janin Kembar dalam Rahim

Bedah Laser Bisa Memisahkan Janin Kembar dalam Rahim

Linda Mayasari - detikHealth
Selasa, 12 Jun 2012 17:35 WIB
Bedah Laser Bisa Memisahkan Janin Kembar dalam Rahim
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Penanganan terhadap kehamilan bayi kembar identik dengan masalah bergabungnya pembuluh darah yang menyuplai makanan ke janin kini dapat dilakukan dengan pembedahan laser. Teknik ini terbukti dapat menyelamatkan kelahiran bayi kembar hingga 80 persen.

Bedah laser kini dapat menjadi alternatif yang aman untuk memisahkan janin kembar identik yang hanya memiliki satu plasenta pada kantung yang sama. Penemuan ini dapat membantu dokter menyelamatkan nyawa janin yang kembar.

Satu bayi (bayi penerima) menerima lebih banyak aliran darah, sedangkan yang satunya (bayi donor) terlalu sedikit mendapat pasokan darah. Sementara itu, bayi penerima menjadi kelebihan beban dengan darah, ketegangan disebabkan pada jantung bayi untuk memompa lebih banyak darah yang dapat menyebabkan gagal jantung. Sebelumnya, satu-satunya solusi yang disarankan untuk mengatasi komplikasi ini adalah dengan aborsi, tetapi hal ini jarang dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

India telah menerapkan bedah laser selama lebih dari dua tahun untuk menyelamatkan janin kembar dari keadaan twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS), yang mempengaruhi lebih dari 15 persen kehamilan kembar identik.

"Ini kondisi yang jarang terjadi dalam kasus kehamilan kembar identik yaitu ketika kedua janin berada dalam kantung tunggal. Hal ini membuat kedua janin saling berjuang mendapatkan asupan nutrisi. Jadi sementara satu bayi mendapat suplai darah dan nutrisi lebih, yang lain menjadi terlalu lemah," kata Anita Kaul, konsultan di Apollo Centre for Fetal Medicine seperti dilansir dari health.india, Selasa (12/6/2012).

TTTS dapat diidentifikasi setelah 16 sampai 17 minggu kehamilan. Jika dikonfirmasi, dokter akan memutuskan prosedur laser di mana pemisahan dapat dilakukan di dalam perut saja. Sementara pembuluh darah dua bayi tetap terhubung dan kedua janin berbagi plasenta yang sama untuk memasok nutrisi dari makanan ibu.

"Melalui foetoscope dan batang laser, pembuluh darah yang tergabung dapat dipisahkan. Jika dilakukan dengan tepat, teknik ini memberikan kemungkinan 80 persen kedua bayi akan lahir dengan selamat," kata Chander Lulla, konsultan dan spesialis janin di Jaslok Hospital, Mumbai.

Pasca perawatan, jantung bayi penerima kembali ke normal, sedangkan bayi donor mulai mendapatkan nutrisi. Beberapa tantangan yang dihadapi dokter pasca operasi adalah persalinan prematur, pencegahan infeksi dan menjaga kesehatan si kembar.

Semakin maraknya fertilisasi in vitro (IVF) klinik juga menambah kasus terjadinya TTTS pada ibu hamil. IVF meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar identik yang bisa menderita TTTS.


(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads