Janin Cacat Gara-gara Obat Jerawat, Ibu Ini Terpaksa Aborsi

Janin Cacat Gara-gara Obat Jerawat, Ibu Ini Terpaksa Aborsi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 12 Jun 2013 13:29 WIB
Janin Cacat Gara-gara Obat Jerawat, Ibu Ini Terpaksa Aborsi
Sarah dan suami (Foto: swns.com)
Cambridgeshire - Malang betul nasib Sarah Sharma, seorang ibu hamil di Inggris yang harus merelakan para dokter mengaborsi janin di kandungannya. Si janin mengalami cacat serius yang membuatnya tak mungkin selamat, hanya agar-gara salah obat jerawat.

Kandungan Sarah (27) tengah menginjak usia 20 pekan saat dokter menemukan cacat serius di jantung dan sistem sarafnya. Dengan kondisi seperti ini, diperkirakan janin tersebut tidak mungkin bertahan hidup saat kelak tiba waktunya dilahirkan.

Diagnosis ini keluar setelah sebelumnya Sarah mengonsumsi obat jerawat Roccutane, atau dikenal juga dengan nama Isotretinoin. Tanpa diketahui olehnya, obat tersebut rupanya tidak aman untuk dikonsumsi ibu hamil karena bisa memicu kecacatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Janin yang sudan dinamai Indiya meski belum lahir ini akhirnya harus diinduksi pada 23 Januari tahun lalu, pada usia kehamilan 21 pekan. Hasil otopsi setelah tindakan tersebut dilakukan mengkonfirmasi kecacatan tersebut sebagai fetal isotretinoin syndrome.

"Kehilangan Indiya sangat membuat saya hancur tetapi mengetahui bahwa kondisinya, dan kemudian kematiannya, bisa dicegah itu lebih tidak tertahankan," kata Sarah yang tinggal di Cambridgeshire, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (12/6/2013).

Guideline yang dikeluarkan oleh National Health Service mengatakan pengguna obat jerawat Isotretionin memang tidak dianjurkan untuk hamil. Kalaupun merencanakan punya anak, maka penggunaan obat tersebut sudah harus dihentikan terlebih dahulu minimal sebulan sebelum positif hamil.

Bahkan untuk mencegah kehamilan pada pasien yang sudah punya pasangan, dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi selama menggunakan obat ini. Penggunaan alat kontrasepsi masih harus dilanjutkan hingga setidaknya sampai sebulan setelah pemberian obat ini dihentikan.

(up/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads