Melihat fakta ini, berbagai pihak berusaha mencari cara untuk dapat menangani masalah ini. Salah satunya adalah Royal Philips yang bekerja sama dengan Bunda Medik Healthcare System, serta didukung oleh Pemerintah Kota Padang dan Kementerian Kesehatan RI. Bunda Medik dan Royal Philips menciptakan sebuah aplikasi yang diharap mampu membantu Indonesia untuk menurunkan AKI.
Mobile Obstetrical Monitoring (MoM) adalah nama dari aplikasi ini. MoM merupakan sebuah aplikasi yang dapat digunakan para bidan untuk membuat profil kesehatan ibu hamil yang relevan melalui pengumpulan data yang didapat dari pemeriksaan fisik serta tes yang dilakukan di Puskesmas atau di rumah pasien tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelaksanaannya, Bunda Medik dan Royal Philips melakukan uji coba prototipe MoM ini di daerah Padang, salah satu area dengan AKI tertinggi di Indonesia. Bunda Medik mengajak para bidan dari puskesmas dan dokter spesialis dari Rumah Sakit Bunda di Padang untuk bekerja sama dalam menjalankan aplikasi ini.
Sejak proyek MoM ini dijalankan pada Desember 2013, dari 500 ibu hamil yang diperiksa, terdapat 60 lebih di antaranya yang teridentifikasi memiliki kehamilan berisiko tinggi. Kegiatan ini melibatkan 6 bidan dari 6 puskesmas yang berbeda di Padang.
Nilawati, salah seorang bidan yang ikut dalam program ini menyatakan bahwa MoM sangat membantu kerja bidan demi memberikan pelayanan maksimal kepada ibu hamil.
"Selama ini kan ibu hamil dan bidan di daerah kesulitan berkonsultasi dengan dokter spesialis. Dengan adanya MoM ini, komunikasi pun dapat dengan cepat terjalin. Jika sebelumnya bidan hanya bisa kasih rujukan ke pasien saat ada masalah kehamilan, sekarang bidan sendiri bisa dengan langsung memberikan informasi ke dokter, dan dokter langsung memberikan masukan seperti apa. Jadi bisa cepat tertangani," ungkap Nilawati yang merupakan bidan di Puskesmas Air Dingin, Padang.
Penggunaan aplikasi ini tidak terlepas dari peran bidan untuk mengunjungi para ibu hamil dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mereka. Jika ditemukan tanda-tanda yang berisiko, bidan pun langsung memberikan informasi melalui aplikasi MoM ini yang dapat dibaca oleh seluruh dokter spesialis yang juga mempunyai aplikasi ini, sehingga dokter pun akan dengan cepat memberikan saran jika perlu penanganan khusus.
"Kami berharap MoM dapat membantu menjembatani peran bidan atau dokter, khususnya di daerah yang tidak terjangkau oleh dokter sebelumnya," ujar dr Rizal Sini, SpOG, Ketua Bunda Medik Healthcare System.
Sejauh ini, MoM sudah memberikan hasil memuaskan. Namun karena masih dalam tahap percobaan dalam 1 tahun, MoM masih belum tersedia di mana-mana. MoM sendiri nantinya dapat digunakan melalui smartphone berbasis Android.
(vit/vit)











































