Namun penggunaan vitamin tersebut tentunya tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diingat sebelum mengonsumsi vitamin tersebut. Salah satunya adalah dengan mengonsumsinya tiga bulan sebelum kehamilan terjadi. Mengapa?
"Vitamin kehamilan mengandung folic acid yang mencegah terbukanya tulang belakang atau yang dikenal dengan istilah spina bifida," papar Dr Mary Rosser, asisten profesor dari Montefiore Medical Center di New York, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena ini termasuk langka di mana hanya 1 dari 1.000 kelahiran yang mengalaminya. Salah satunya dialami oleh Arshid Ali Khan dari India. Bocah laki-laki tersebut dipuja sebagai titisan dewa kera Hanoman.
Manfaat mengonsumsi vitamin kehamilan lebih dini tidak hanya itu, karena vitamin kehamilan juga mempunyai manfaat lainnya. Folic acid yang terkandung dalam vitamin tersebut ternyata dapat mengurangi risiko anak mengidap autisme ketika lahir.
"50 Persen kehamilan yang terjadi tidak direncanakan dengan baik. Oleh karena itu, konsumsi vitamin 3 bulan sebelum hamil adalah tindakan yang tepat," papar Michele McRae, Senior Director of Research, Formulation and Quality dari Rainbow Light, salah satu perusahaan pemasok vitamin kehamilan pada FoxNews dan ditulis detikHealth pada Kamis (13/3/2014).
Lalu bagaimana jika sudah mengonsumsi vitamin namun belum juga hamil? Apakah itu tidak berhaya?
McRae menjelaskan bahwa hal tersebut tidak berbahaya. Vitamin kehamilan mengandung kandungan yang sama seperti kebanyakan vitamin suplemen makanan lainnya, hanya saja dosisnya sedikit lebih besar.
Namun patut diingat bahwa vitamin hanyalah suplemen. Karena itu, untuk pemenuhan gizi dan mineral yang cukup, para ibu atau calon ibu yang sedang hamil tetap harus mengonsumsi makanan-makanan sehat.
"Vitamin hanyalah suplemen yang membantu Anda. Sehingga bukan merupakan barang pengganti makanan seperti buah atau sayur," pungkas Dr Rosser.
(vit/vit)











































