Kenapa Sih IVF Disebut Bayi Tabung?

Kenapa Sih IVF Disebut Bayi Tabung?

- detikHealth
Senin, 28 Apr 2014 14:46 WIB
Kenapa Sih IVF Disebut Bayi Tabung?
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Mungkin tidak banyak orang yang familiar dengan In vitro fertilisation (IVF), sebab istilah bayi tabung lebih kerap disebut-sebut. Nah, mengapa istilahnya bayi tabung? Ini penjelasannya.

"Karena wadahproses pembuahan bayi tabung di wadah seperti tabung. Jadi sperma dan telur disatukan di tabung. Setelah terjadi pembuahan lalu dipindah dan ditransfer ke rahim ibu," terang embriologis dari Klinik Fertilitas Teratai RS Gading Pluit, Jakarta, Achmad Muhyiddin, S.Si dalam seminar awam kehamilan dan bayi tabung di The Bridge Function Hall, Aston Rasuna, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Senin (28/4/2014).

Metode penggunaan tabung itu menurut Achmad 'it was so yesterday'. Sebab saat ini tidak lagi menggunakan tabung, melainkan cawan petri. Meski demikian masyarakat tidak mengganti istilah bayi tabung dengan bayi cawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu bagaimana proses bayi tabung? Pertama-tama folikel sel telur ditumbuhkan. Setelah itu akan disedot melalui USG transvaginal sampai habis dan disimpan di tabung khusus. Kemudian akan dilakukan pengecekan apakah ada sel telur di dalamnya, jika ada maka akan ditumbuhkan di cawan. Setelah inkubasi 3-4 jam dan siap dibuahi, maka segera dilakukan proses pembuahan.

Sementara itu pada suami, sperma diambil setelah dilakukan onani. Jika ada sperma yang dihasilkan, maka bisa langsung digunakan. Tapi ada kalanya cairan ejakulasi tidak ada sperma sehingga perlu dilakukan langkah-langkah lainnya. Selanjutnya cairan palsma semen dibuang dan dilakukan pencucian beberapa kali sehingga didapat sperma yang bagus.

Untuk teknik pembuahannya bisa menggunakan IVF konvensional, di mana 1 sel telur bersama dengan 50 ribu hingga 100 ribu sperma ditaruh di cawan petri dan dibiarkan membuahi sendiri. Keesokan harinya dicek apakan sudah terjadi pembuahan atau belum. Jika pembuahan tidak bisa dilakukan sendiri, maka akan dikultur hingga hari ke-5, baru kemudian ditransfer ke rahim ibu.

Metode pembuahan lainnya adalah intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Hal ini dilakukan jika suami hanya mempunyai sperma sedikit, bentuk tidak normal, dan motilitas tidak bagus. Caranya 1 sel sperma diinjeksi ke sel telur untuk membantu terjadinya proses pembuahan. Lalu ditaruh di cawan petri, diinkubasi sehari, jika terbuahi dalam kurun 1-5 hari maka akan ditransfer ke rahim ibu.

"Untuk menyeleksi sperma, dipilih yang terbaik atau yang memiliki DNA terbaik akan menempel di cairan asam tertentu. Nah yang nempel ini diambil, lalu disuntikkan ke telur," tutur Achmad.

Lalau kapan sebenarnya transfer embrio dilakukan ke rahim ibu? Menurut Achmad tergantung pada perkembangan embrio. Namun secara umum di hari ke 2, 3, 4, atau ke-5, embrio bisa ditransfer. Jika embrionya berlebih maka yang bisa dibekukan akan dibekukan, dan disimpan dalam wadah dengan suhu -196 derajat Celcius. Kelak, embrio yang dibekukan ini bisa digunakan lagi jika pasutri pemilik embrio itu ingin memiliki anak lagi.

(vit/up)

Berita Terkait