"Tipsnya adalah (nutrisi) selalu harus berimbang," saran dr Ova Emilia, M.Med.Ed., SpOG(K)., Ph.D., dalam acara bedah buku 'Tetap Bugar dan Energik Selama Hamil' di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, seperti ditulis pada Rabu (24/9/2014).
dr Ova menerangkan berimbang adalah jalan terbaik, karena baik kelebihan atau kekurangan nutrisi sama-sama dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi sang ibu, juga janinnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- mengonsumsi snack berukuran kecil
- makan dengan beberapa porsi dalam sehari
- makan dengan kandungan serat yang memadai atau menambah porsi sayur
- mencukupi kebutuhan cairan
- tidak membiarkan perut kosong karena kondisi ini dapat memicu terjadinya mual
- memilih makanan yang bisa ditoleransi.
"Mengapa begitu? Kadang-kadang di awal kehamilan ada ibu yang mengatakan, 'Wah saya kalau makan nasi kok mual, ya'. Nah, ya sudah kalau begitu nggak usah makan nasi, coba makan asupan yang lain. Pengganti karbohidrat yang lain kan masih banyak," timpal dr Ova.
Di samping pemenuhan nutrisi, dr Ova juga menekankan perlunya ibu hamil untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Seperti dikatakan sebelumnya, kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan ibu hamil berdampak nyata terhadap lonjakan berat badan mereka.
"Bisa jalan kaki, berenang atau yoga, senam hamil, dan sekarang kan sudah banyak video-video untuk latihan sendiri di rumah. Jadi tidak ada alasan untuk ibu hamil tidak berolahraga," tegasnya.
(lil/up)











































