Dilema Pelari Pemula: Nggak Makan Lemes, Carbo Loading Malah Mules

Kebelet saat Race

Dilema Pelari Pemula: Nggak Makan Lemes, Carbo Loading Malah Mules

detikHealth
Sabtu, 30 Mei 2026 13:06 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Ljubljana, Slovenia - June 2, 2012: Assembly of woman in lines waiting for toilet in Tivoli Park, Ljubljana. One is getting into it. This is before the start of traditional DM run.
Mules kebelet BAB saat race day adalah mimpi buruk para pelari. Foto: Getty Images/DavorLovincic
Jakarta -

Sudah bayar slot race mahal-mahal, latihan endurance berbulan-bulan, tapi pas hari H malah zonk gara-gara urusan perut mules. Skenario horor ini sering banget menimpa para pelari pemula yang baru pertama kali ikutan event race, kenapa ya kok bisa begitu?

Sebagai informasi, dalam dunia medis, munculnya rasa ingin buang air besar (BAB) saat race bukanlah sugesti belaka, kerap disebut dengan istilah runner's trot. Dalam dunia medis, ini dikenal sebagai exercise-induced gastrointestinal distress.

Fenomena 'menyebalkan' ini dialami sekitar 30 hingga 50 persen pelari jarak jauh. Namun, memang masih jarang dibahas secara serius karena dianggap memalukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut spesialis kedokteran olahraga, dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO salah satu alasan yang membuat para pelari mendadak mules di tengah race atau bahkan sebelum flag off adalah asupan makanan yang kurang tepat.

dr Andi, tenaga medis yang juga seorang pelari tersebut memberikan beberapa tips asupan makanan dan minuman, baik sebelum dan selama race untuk terhindar dari rasa mules.

"Sebelum race, kurangi serat tinggi, sayur mentah, buah berserat tinggi, kacang-kacangan. Makan 2-3 jam sebelum start, jangan terlalu mepet," kata dr Andi saat dihubungi detikcom, Kamis (28/4/2026).

"Hanya konsumsi makanan yang sudah dicoba di training (waktu latihan). Race day bukan waktu untuk eksperimen," lanjutnya.

Tidak hanya sebelum race, konsumsi makanan atau minuman di saat race juga krusial. Menurut dr Andi, tetap tenang di saat race juga bisa membantu menghindari mules.

"Selama race, hidrasi sesuai protokol yang sudah dilatih. Jangan tiba-tiba 'ngebut' minum di water station karena panik. Untuk pelari Indonesia perhatikan keseimbangan elektrolit di iklim tropis, isotonik lebih aman daripada air biasa untuk race panjang," katanya.

"Pakai gel atau fueling yang sudah ditoleransi di long run, hindari produk baru di hari H," tutupnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Yang Perlu Dipersiapkan Buat Minimalkan Risiko Pas Ikutan Trail Run"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)
Perut Mules saat Race
4 Konten
Perut mulas dan kebelet BAB menjelang dan saat race adalah mimpi buruk para pelari. Sudah daftar mahal-mahal, latihan endurance berbulan-bulan, mendadak buyar seketika gara-gara mules saat race day. Fenomena runner's trot nyata adanya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads