Runner's Trot Lebih Sering Dialami Pelari 'Pace Kecil', Ini Penjelasan Medisnya

Kebelet saat Race

Runner's Trot Lebih Sering Dialami Pelari 'Pace Kecil', Ini Penjelasan Medisnya

detikHealth
Sabtu, 30 Mei 2026 08:03 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Runners on wet ground with city reflection
Lari marathon. Foto: Getty Images/filrom
Jakarta -

Salah satu momok menakutkan bagi pelari adalah tiba-tiba muncul rasa mules, menjelang atau di tengah-tengah race. Akhirnya muncul dilema, antara berhenti untuk mencari toilet dan mengorbankan personal best, atau dilanjut dengan segala konsekuensinya.

Di kalangan runner, kondisi ini kerap dikaitkan dengan runner's trot, yakni gangguan saluran cerna yang muncul saat berlari jarak jauh. Gejalanya bisa berupa perut mulas, kram, mual, sering kentut, hingga diare mendadak di tengah race.

Spesialis kedokteran olahraga, dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO mengatakan dalam dunia medis, fenomena ini dikenal sebagai exercise-induced gastrointestinal distress.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu faktor yang menyebabkan rasa mules muncul tiba-tiba saat balapan adalah splanchnic ischemia, yakni saat lari intensitas tinggi tubuh memprioritaskan aliran darah ke otot kerja dan kulit (untuk pelepasan panas).

ADVERTISEMENT

Aliran darah ke usus bisa turun hingga 80 persen. Usus yang 'kekurangan oksigen' ini jadi lebih sensitif, motilitasnya kacau, dan permeabilitasnya meningkat.

"Ambang batas di mana splanchnic ischemia jadi signifikan ada di sekitar 60-70 persen VO2max ke atas," kata dr Andi saat dihubungi detikcom, Kamis (28/5/2026).

"Race pace untuk sebagian besar pelari ada di atas threshold ini. Ini menjelaskan kenapa banyak pelari hanya mengalami runner's trot di race day, tidak saat training," sambungnya.

Dengan kata lain, lanjut dr Andi, semakin tinggi intensitas lari seseorang maka redistribusi darah dari usus akan semakin besar, dan meningkatkan pula risiko mules.




(dpy/up)
Perut Mules saat Race
3 Konten
Perut mulas dan kebelet BAB menjelang dan saat race adalah mimpi buruk para pelari. Sudah daftar mahal-mahal, latihan endurance berbulan-bulan, mendadak buyar seketika gara-gara mules saat race day. Fenomena runner's trot nyata adanya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads