Peneliti di Inggris melihat permasalahan tersebut dan menyarankan kepada para ibu hamil untuk berolahraga secara cukup. Lewat penelitiannya mereka menemukan olahraga saat hamil dapat mencegah kenaikan bobot tubuh yang berlebih selama kehamilan, namun olahraga tidak bermanfaat untuk menurunkan bobot jika dilakukan setelah kehamilan.
"Olahraga tampaknya bisa jadi alat yang efektif selama kehamilan untuk membatasi kenaikan berat badan berlebih, namun sejauh ini olahraga (berjalan -red) belum terbukti efektif untuk menurunkan berat badan pasca melahirkan," kata salah satu peneliti, Dr Kirsty Elliot-Sale, dari Nottingham Trent University, seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (30/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dibandingkan, peneliti menemukan bahwa mereka yang berolahraga selama masa kehamilan mengalami kenaikan berat rata-rata sekitar 2 kilogram lebih sedikit daripada mereka yang tidak. Saat olahraga dilakukan pasca kehamilan tidak ada perbedaan penurunan berat antara mereka yang berolahraga dan yang tidak.
Meski demikian, Elliot-Sale mengaku masih percaya bahwa olahraga adalah solusinya. Oleh karena itu kini ia akan melakukan studi pada penurunan berat badan setelah kehamilan.
"Jelas, aktivitas fisik ini juga harus dibarengi dengan praktek gizi yang baik. Namun, para wanita harus berhati-hati untuk tidak terlalu membatasi asupan makanan selama menyusui," saran Elliot-Sale jika memang ibu ingin menurunkan berat setelah kehamilan.
Penelitian yang dilakukan oleh Elliot-Sale ini telah dipublikasi di British Journal of Sports Medicine.
(up/up)











































