Bahkan, ada pula yang hanya merasa keluhan nyeri dan kram pada perut satu kali dan ketika dibawa ke RS, tiba-tiba si wanita melahirkan bayi, seperti yang dialami Karolane Baillargeon. Menanggapi hal ini, dr Sita Ayu Arumi SpOG menuturkan tidak mungkin jika perempuan hamil tanpa adanya gejala.
"Sebenarnya itu nggak mungkin nggak ada gejala. Bisa saja ada gejala tapi tidak disadari. Misal telat haid tapi tidak disadari karena memang siklus haidnya tidak lancar," kata dr Sita dari RS Bunda Jakarta saat berbincang dengan detikHealth, Jumat (12/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya menegaskan ketidakteraturan menstruasi merupakan tanda utama kehamilan. Walaupun, penelitian menunjukkan perdarahan atau spotting terjadi pada 9% kehamilan di 8 minggu pertama kelahiran. Tetapi, perdarahan ini tidak rutin sampai bayi lahir.
"Keluhan lainnya bisa berupa mual, baik dengan atau tanpa muntah, rasa membesarnya payudara dan sedikit agak nyeri pada payudara, kencing lebih sering tanpa ada nyeri kencing, serta lebih cepat lelah dari biasanya," tutur dr Hari.
Menurut pengalaman dr Hari, dalam skala kecil ada pasien yang datang dengan keluhan nyeri perut dan mual muntah, ternyata hamil. Kram dan nyeri perut juga bisa menjadi tanda kehamilan meskipun tanda kehamilan yang paling jelas adalah keterlambatan haid.
"Ada juga pertambahan berat badan serta pergerakan bayi ketika usia kandungan di atas 5 bulan. Kalau mual tidaknya tergantung seberapa tinggi kadar Beta HCG-nya, kalau tinggi ya ada keluhan mual. Mual muntah dan morning sickness saat kehamilan juga dipengaruhi kondisi kesehatan si ibu serta kehamilannya itu sendiri," kata dr Sita.











































