Curhat seorang pasien BPJS Kesehatan berujung kegaduhan. Bukan simpati yang didapat, malah hujatan dari sejumlah oknum dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang pada dasarnya minta dipahami jika waktu tunggu untuk mendapat ruang perawatan tidak selalu bisa cepat.
Respons para dokter dan nakes tersebut berbalik jadi hujatan setelah pasien dikabarkan akhirnya meninggal dunia. Para dokter dan nakes dinilai nirempati, tidak memahami penderitaan pasien yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan, terlebih ketika dikait-kaitkan dengan status kepesertaan BPJS Kesehatan.
Di sisi lain, keterlambatan pasien mendapat ruang perawatan banyak dikaitkan dengan kapasitas rumah sakit. Kementerian Kesehatan menyebut, pasien membutuhkan ruang perawatan yang spesifik, bukan ruang perawatan biasa. Jumlahnya terbatas, sehingga waktu tunggunya dirasa memberatkan pasien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pada akhirnya berujung gaduh, sebenarnya kesalahan utama yang mendesak untuk dibenahi ada di mana? Bagikan pendapat di komentar ya.










































