Menjadi ibu hamil bukanlah 'pekerjaan' yang mudah, apalagi dengan membawa-bawa 'beban' tambahan di perut yang beratnya mencapai 1-2 kg. Berbagai aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari pun otomatis terhambat atau bahkan terhenti sama sekali.
Meski begitu, dr Boy Abidin, SpOG(K) mengatakan bahwa tak ada larangan bagi ibu hamil untuk melakukan kegiatan seperti biasa. "Silakan saja, tapi kontrolnya ada pada ibu sendiri. Ikuti saja bahasa tubuhnya, kalau memang lemas atau nyeri ya jangan dipaksakan," katanya.
Hal ini juga termasuk bekerja maupun melakukan perjalanan. Dalam acara Prenagen Pregnancy Educational Journey yang diselenggarakan di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, dan ditulis Senin (13/4/2015), dr Boy menambahkan bahwa ibu hamil boleh-boleh saja bepergian dengan berbagai moda transportasi seperti mobil, bus, kereta api, hingga pesawat terbang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kebiasaan Jalan Cepat Bisa Picu Ngeflek pada Ibu Hamil? Ini Faktanya
Lantas bagaimana dengan olahraga? Konsultan fertilitas endokrinologi reproduksi dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading tersebut malah mendorong para ibu hamil agar aktif berolahraga. Dua jenis olahraga yang paling ia sarankan adalah berenang dan belly dance.
"Ini penting untuk melatih jantung dan paru-paru si bumil agar kuat," terangnya.
Baca juga: Usai Melahirkan, Butuh Waktu Berapa Lama Bobot Ibu Kembali Seperti Semula?
Jam tidur juga harus terpenuhi, minimal selama 6-8 jam, ditambah dengan tidur siang 1-2 jam sehari. "Posisinya yang paling bagus miring ke kiri, dan bagian bawah pinggang diberi bantal agak tinggi biar pinggangnya nyaman," ungkap dr Boy.
Yang tak kalah penting, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Menurut hemat dr Boy, tak perlu sering namun berkualitas. "Anda juga harus punya catatan (tentang kondisi kehamilan), karena ini nantinya sebagai rujukan dokter sebelum persalinan," tuturnya.
(lil/vit)











































