Minggu, 19 Apr 2015 08:02 WIB

Pada Kehamilan Pertama, Peran Suami Sangat Penting untuk Jaga Bumil Tetap Happy

- detikHealth
Jakarta -

Peran suami dalam kehamilan memang kerap disepelekan. Padahal menurut pakar, suami memegang peran krusial dalam kehamilan istri, terutama kehamilan pertama.

‎dr Tirsa Verani, SpOG, dari Brawijaya Women and Children Hospital mengatakan bahwa hormon kehamilan membuat mood atau perasaan istri mudah berubah-ubah. Di sini, peran suami sebagai ayah sudah bisa dimulai.

"Jadi yang paling penting dan harus diingat para suami itu, mood istri memang suka berubah-ubah ketika hamil. Jadi mudah marah, mudah tersinggung, tiba-tiba sedih. Nah di sini suami harus bisa menerima bahwa memang kehamilan membuat mood istri agak labil," tutur dr Tirsa, dalam diskusi Healthy Skin and Happy Pregnancy, di Brawijaya Women and Children Hospital, Jl Taman Brawijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2015).

Baca juga: Selain Darah Tinggi, Diabetes Saat Hamil Juga Dituding Picu Autisme

Menerima fakta bahwa ibu hamil memiliki mood yang agak labil penting bagi suami agar tak lantas marah atau kesal dengan istri. Hal ini harus dihindari, mengingat adanya risiko post-partum syndrome (sindrom paska kelahiran) yang kerap membuat ibu dirundung kesedihan.

Dikatakan dr Tirsa, pencegahan post-partum syndrome dapat dimulai dari awal kehamilan oleh suami. Perhatian sekecil apapun terhadap kondisi istri akan membuat istri merasa dihargai menjalani kehamilan dengan lebih senang.

"Tanya bagaimana keadaannya, pegel-pegel atau enggak, atau bisa dipijit-pijit punggung istri. Atau tanya apa yang bisa dibantu pekerjaan rumah, supportive lah kepada istri," tuturnya lagi.

Menginjak trimester akhir, beban yang ditanggung istri memang lebih berat. Selain kandungan yang semakin berat dan membebani punggung, masih ada kewajiban melayani suami dan pergi kontrol ke dokter.

Di fase ini, suami kembali lagi harus berperan. dr Tirsa menyarankan agar suami ikut menemani istri memeriksakan kehamilan. Selain untuk mengetahui kondisi janin, menemani istri konsultasi ke dokter juga dapat membuat pasutri belajar soal kehamilan.

"Jadi saat persalinan apa yang harus dilakukan, ketika anak baru lahir bagaimana, ini kan harus dipelajari suami juga," ungkapnya.

"Istri hamil juga kan hasil perbuatan berdua. Makanya nggak bisa kalau hanya istri saja yang menanggung bebannya. Harus fair," pungkasnya.

Baca juga: Tak Cukup Nutrisi, Bayi Ini Meninggal dalam Kandungan dan Tetap Dilahirkan

(rsm/up)
News Feed