Rabu, 06 Mei 2015 07:33 WIB

Ibu Hamil Kurang Asupan Cairan, Efeknya Bisa ke Tumbuh Kembang Janin

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
ilustrasi: Thinkstock ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Pemenuhan gizi seimbang mutlak diperlukan oleh ibu hamil. Namun jangan lupa juga bahwa kebutuhan cairan ibu selama mengandung juga harus terpenuhi. Jika ibu hamil kekurangan cairan, janin pun bisa terkena dampaknya.

dr Aida Riyanti SpOG dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan memang pada ibu hamil, overhidrasi atau kondisi tubuh kelebihan cairan hampir tidak mungkin terjadi karena ibu hamil perlu cairan ekstra. Justru, yang paling sering terjadi yakni ibu hamil cenderung dehidrasi.

"Kebutuhan cairan ibu hamil sekitar 300 cc tambahan dari kebutuhan harian. Jadi kalo orang normal butuh 2,5 liter cairan, ibu hamil butuh sekitar 2,8 liter cairan yang tidak hanya dari air saja tapi juga dari makanan," kata dr Aida di sela-sela Seminar Media 'Kenali dan Pahami Overhidrasi: Upayakan Asupan Air Sesuai Kebutuhan Tubuh' di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, seperti ditulis Rabu (6/5/2015).

Baca juga: Agar Tubuh Nantinya Lebih Mudah Ramping, Siapkan Tubuh Sejak Hamil

Dehidrasi bisa menyebabkan berkurangnya air ketuban pada ibu hamil. Hal ini pun berpengaruh pada bayi karena ketika cairan ketuban berkurang, bayi tidak berkembang dengan baik. "Air ketuban kan sebagai bantalan, kalau kurang bayi tidak bisa bergerak maksimal sehingga terjadi deformitas pada kaki misalnya dan terhambat perkembangannya," kata dr Aida.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Dr dr Budi Wiweko SpOG(K) menuturkan pemenuhan kebutuhan cairan juga patut diperhatikan ibu menyusui. Jika sampai dehidrasi, kulah ASI yang dihasilan ibu otomatis berkurang.

Survei tahun 2014 yang dilakukan Indonesian Hydration Working Group (IHWG) di kota Jakarta, Surabaya, dan Yogya menunjukkan rata-rata ibu hamil mengonsumsi 2,3-2,6 liter air sedangkan rata-rata konsumsi cairan ibu menyusui 2,5-2,7 liter.

"Konsumsi karbohidrat pada ibu hamil justru lebih tinggi yaitu 57%, protein 13%,  dan lemak 31-32%. Padahal air dan protein juga penting untuk pertumbuhan janin kan. Kami juga menemukan 57% ibu menyusui itu obesitas. Nah, obesitas ini kan terkait dengan pola hidrasi. Kalau lapar terus minum misalnya, kan bisa menurunkan risiko obesitas," kata dr Budi.

Baca juga: Ngantuk Berat? Sebaiknya Ibu Tidak Susui si Kecil Sambil Tiduran Ya

(Radian Nyi Sukmasari/AN Uyung Pramudiarja)