Senin, 23 Nov 2015 12:44 WIB

Tips Nyaman Melahirkan Ala Instruktur Prenatal Yoga

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Nurvita Indarini
Jakarta - Apa yang terlintas dalam benak Anda saat mendengar kata 'melahirkan'? Mungkin kebanyakan akan mengatakan 'sakit'. Sebagian perempuan memang mengeluhkan sakit saat kontraksi melahirkan datang. Tapi ingat, jangan memukul rata semua pengalaman para ibu. Lagipula masing-masing orang punya cara menyiasati agar tidak terasa sakit saat melahirkan.

Instruktur prenatal yoga Tia Pratignyo yang telah mendapat sertifikat dari Swami Vivekananda Yoga Anusandhana Samsthana (India) serta sertifikat prenatal dan postnatal yoga dari Birtlight (Inggris) mengungkapkan kenyamanan saat melahirkan membuat ibu lebih mampu mengatasi nyeri kontraksi. Selain itu, persiapan stamina dan napas dalam melahirkan secara alami juga penting.

Awal pembukaan mulut rahim, kata Tia, bisa jadi berlangsung sampai beberapa hari. Pengalaman Tia sendiri, butuh 3 hari sampai pembukaan 10. Jika tidak ada komplikasi atau kondisi yang gawat, ibu hamil bisa menunggu pembukaan di rumah. Jika sudah bukaan 7, barulah pergi ke rumah sakit atau klinik untuk melahirkan.

Sembari menunggu bukaan lengkap, ibu hamil tentunya merasa lebih nyaman saat berada di rumah. Nah, sambul menunggu bisa berjalan-jalan di sekitar rumah ataupun melakukan yoga guna mempercepat pembukaan.

"Dalam gerakan prenatal yoga ada beberapa gerakan jongkok dan kneeling, ini bisa membantu untuk menguatkan panggul," terang Tia seperti ditulis pada Senin (23/11/2015).



Baca juga: Sentuhan Mesra Suami Seperti Ini Bisa Bantu Redakan Nyeri Melahirkan

Saat kontraksi semakin intens, rasa nyeri semakin sering dirasakan. Tia menyarankan untuk banyak menghembuskan napas, karena itu juga bisa menjadi cara membuang ketegangan. Saat pembukaan sudah 7 atau 8, perempuan juga cenderung untuk berteriak. Ini wajar karena merupakan upaya untuk menenangkan diri sendiri.

"Ketimbang teriak ke atas sebaiknya teriak ke bawah seperti mendesah-desah. Karena kalau teriaknya ke atas itu malah bikin semakin tegang. Beda kalau teriaknya ke bawah, seperti suara sedang orgasme. Saat orgasme kan mulut terbuka, kalau rahang rileks maka vagina juga rileks," tutur Tia.

Jika sudah mendekati usia kehamilan 40 pekan dan belum ada tanda-tanda si kecil lahir, Tia menyarankan agar dilakukan induksi alami. Misalnya dengan bercinta, melakukan stimulasi puting, makan makanan yang agak pedas, akupresur dan menghirup aromaterapi mawar atau melati.

Saat di kamar, menunggu proses melahirkan, ada baiknya lampu dibikin temaram. Sebab lampu yang temaram membuat perasaan lebih rileks dan nyaman.

Bila memungkinkan, imbuhnya, ibu hamil bisa melahirkan dengan posisi jongkok atau menungging. Menurutnya, posisi itu akan lebih memudahkan bayi lahir karena mengikuti gravitasi, ketimbang posisi telentang. Menurut Tia, posisi melahirkan sambil telentang justru berpotensi mengakibatkan kerobekan di area vagina yang lebih banyak, selain itu ibu juga harus lebih mengejan.

"Saya kira seharusnya ibu bebas bergerak dan bisa menentukan posisi persalinan yang aman untuknya. Tapi di banyak rumah sakit sepertinya tidak mengizinkan untuk jongkok, paling tidak posisi agak duduk," tambah perempuan kelahiran 1982 ini.

Baca juga: Trik Siasati Nyeri Kontraksi Saat Melahirkan

(vit/rdn)