"Boleh-boleh saja kalau memang ada kecurigaan misalnya ada benjolan di payudara yang sebelumnya nggak ada tapi tiba-tiba muncul besar. Tapi kalau cuma cek aja, sebaiknya ditunda dulu," tutur dr Aryando Pradana SpOG dari RS Bunda Jakarta.
Dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (18/12/2015), pria yang akrab disapa dr Nando ini mengungkapkan, bagaimanapun, paparan radiasi dari sinar X saat melakukan mamografi cukup besar dan memiliki pengaruh pada bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tunda Terapi Kanker Demi Bayinya, Cara Meninggal 3 Hari Usai Melahirkan
Ia menyarankan, deteksi dini kanker payudara sebaiknya dilakukan sebelum merencanakan kehamilan. Jika tidak darurat, pelaksanaan mamografi disarankan ditunda dulu sampai ibu melahirkan. Lagipula, ketika melakukan pemeriksaan payudara, perubahan hormon selama hamil juga berpengaruh.
Sehingga, bukan tak mungkin jika hasilnya nanti tidak terlalu akurat. Untuk itu, dr Nando lebih menyarankan jika tidak mendesak pemeriksaan baiknya dilakukan setelah ibu melahirkan. Namun, dr Nando mengatakan boleh-boleh saja jika ibu hendak melakukan Sadari atau periksa payudara sendiri untuk deteksi dini kanker payudara.
"Kalau mau melakukan USG payudara juga boleh kok, itu aman," pungkasnya.
Baca juga: Jangan Malas Tes, Mamografi Bisa Temukan Kanker Payudara Tersembunyi
(rdn/vit)











































